Forkopimda Kota Tangerang Patroli PPKM Darurat Hari ke-3, Melanggar Disanksi

Forkopimda Kota Tangerang Patroli PPKM Darurat Hari ke-3, Melanggar Disanksi
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah Bersama Kapolres Metro Tangerang Kota Tegur Langsung Pedagang Tetap Buka Melebihi Jam 20.00 WIB Segera Tutup. Foto Ahmad Syihabudin Pelitabanten.com

KOTA , Pelitabanten.com – Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) , Wali Kota, Arief R. Wismansyah, Kapolres Metro Tangerang Kota , unsur TNI, Kejaksaan Negeri dan kepala OPD melakukan operasi penertiban hari ke-3 pelaksanaan PPKM Darurat, mulai 3 Juli hingga 20 Juli 2021 mendatang.

Operasi dan Patroli dilakukan dalam rangka menegakan aturan PPKM Darurat terkait batasan jam operasional bagi pelaku Non Essensial dan Non Kritikal. Senin (5/7/21) malam.

“Kami sisir toko – toko maupun tempat makan, Pantauan kami didapati beberapa toko dan tempat makan yang masih buka, langsung kami tindak dengan menyegel tempat tersebut,” kata Wali Kota saat menyisir wilayah Cipondoh.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Deonijiu de Fatima, menilai dalam kegiatan patroli hari ke-3 yang dilakukan bersama jajaran beberapa pelaku usaha dan masyarakat sebagai pembeli terlihat sudah mulai mematuhi aturan PPKM Darurat itu.

“Sudah banyak yang tutup pada waktu yang telah ditentukan, namun masih ada beberapa yang masih melanggar sehingga langsung kami berikan sanksi,” kata Kapolres.

Selain melakukan penertiban pelaku usaha non esensial dan non kritikal, Polres Metro Tangerang Kota bersama TNI dan juga melakukan penyekatan mobilitas masyarakat keluar masuk kota Tangerang di wilayah perbatasan dan Jatiuwung.

“Di lokasi penyekatan, masih kelihatan padat, tapi masyarakat yang sudah mengerti dan memahami, kami 3 pilar (TNI-Polri dan Pemkot) sudah menyampaikan ke tempat-tempat dimana masyarakat bekerja agar mengurangi mobilitas,” kata Deonijiu.

Sementara kepala Satpol PP Kota Tangerang, Agus Hendra menjelaskan terhadap usaha-usaha yang non esensial dan non kritikal yang masih buka melewati batas waktu pukul 20.00 WIB yang ditentukan langsung diberikan tindakan secara administratif mulai dari teguran, tertulis, pengambilan KTP hingga denda administrasi.

“Ada beberapa yang kami amankan saat dilakukan penertiban hingga hari ketiga ini, kita berikan sanksi,” kata Dia.

Pol PP menuturkan, kawasan kuliner pasar lama mulai kemarin (5/7) sudah di tutup, namun masih ada beberapa tempat yang menjadi potensi kerumunan orang seperti pasar sipon dan juga pasar-pasar malam.

“Kita mintakan untuk di tutup sampai dengan tanggal 20 Juli 2021, kasus Covid-19 ini sebanding lurus dengan tingkat mobilitas, mobilitas tinggi kasus tinggi, maka kita akan batasi,” tandas Hendra. (Adn)