
Pelitabanten.com – Banyak pelajar di manapun itu di seluruh dunia mengalami kesulitan untuk belajar walaupun mereka sudah membaca buku, melihat video pembelajaran di YouTube selama berjam-jam, maupun memperhatikan guru mereka mengajar. Apapun media pembelajaran yang mereka gunakan, hasilnya selalu sama; kelelahan, kesulitan mengerti materi, dan justru menyebabkan stres sebelum ujian. Pernahkah kamu mengalami masalah serupa? Jika sudah seperti itu, mungkin bukan sumber pembelajaran yang jadi masalah, melainkan dalam cara ataupun kebiasaan dalam belajarnya.
Mungkin ketika sedang belajar kamu tidak suka untuk langsung mencatat materi yang kamu dapatkan, atau justru mencatat semua materi yang guru kamu sampaikan. Mungkin jika kamu belajar, kamu justru hanya membaca catatan tersebut di malam sebelum kamu ujian. Selain itu, kamu mungkin belajar dengan penuh distraksi seperti sambil masak, mendengarkan musik, nonton TikTok, dan lain sebagainya. Ini adalah sebagian dari sekian banyak cara yang salah untuk belajar.
Ketika belajar, kamu perlu punya strategi yang lebih efektif dibandingkan hanya sekadar belajar dalam waktu yang lama. Ingatlah bahwa dalam belajar, kualitas selalu mengalahkan kuantitas.
Salah satu cara belajar yang efektif menurut penelitian adalah metode “Active Recall”, yaitu teknik belajar yang mengharuskan otak untuk secara aktif mengingat kembali informasi yang telah dipelajari, alih-alih hanya sekadar membaca catatan. Metode ini terbukti sangat efektif dari penelitian yang dilakukan psikolog kognitif Henry L. Roediger III dan Jeffrey D. Karpicke. Mereka melakukan penelitian dengan mengumpulkan dua kelompok orang dimana satu kelompok hanya membaca sebuah materi berulang-ulang dan kelompok lainnya membaca sekali lalu menguji diri mereka sendiri dengan sebuah kuis.
Hasil dari penelitian tersebut bahwa kelompok yang hanya membaca materi tanpa menguji unggul dari kelompok yang melakukan active recall pada tes instan yang menyebabkan mereka tertipu ilusi kompetensi dimana mereka merasa memahami sebuah materi padahal mereka hanya mengingat sementara. Karena ketika mereka melanjutkan penelitian tersebut dengan tes jangka panjang (dua hari – satu minggu), kelompok active recall justru mencetak skor yang jauh lebih tinggi daripada kelompok yang hanya membaca secara berulang-ulang. Hal ini dapat terjadi karena otak mengingat jauh lebih baik ketika dipaksa mengambil sebuah informasi dan bukan sekadar memasukkan informasi berulang-ulang.
Muncul pertanyaan, “Bagaimana cara melakukan metode active recall ini?”. Sebenarnya sangat banyak, beberapa diantaranya bisa dengan membaca materi lalu mencari latihan soal di internet. Kamu juga bisa belajar bareng temen kamu lalu kamu menguji diri kalian bergantian. Selain kedua cara tersebut, kamu juga bisa memanfaatkan kemajuan teknologi, yaitu menggunakan kecerdasan buatan atau AI, seperti ChatGPT, NotebookLM, dan lain sebagainya. Di situ kamu bisa upload materi yang kamu pelajari, lalu minta mereka untuk membuatkan kamu latihan soal sesuai materi yang kamu pelajari.
Masalah yang selanjutnya adalah belajar dengan penuh distraksi. Pernahkah kamu belajar sambil dengerin lagu, main media sosial, atau bertukar pesan dengan teman? Jika iya, maka kamu belajar dengan banyak distraksi. Kalau kamu sedang belajar sebaiknya jauhkan semua distraksi tersebut. Jauhkan segala gawai yang dirasa tidak perlu. Jika terpaksa pakai sebuah perangkat, usahakan untuk mengunci aplikasi yang distraktif seperti media sosial dan game lalu nyalakan mode do not disturb atau jangan ganggu. Kalau kamu suka mendengarkan musik sambil belajar, sebaiknya jauhi musik-musik yang bertempo cepat atau membangkitkan emosi karena justru bisa mengganggu fokus kita. Sebaiknya dengarkan lagu-lagu brown noise karena bisa mambantu kita bahkan jauh lebih fokus.
Keberhasilan belajar tidak ditentukan dengan seberapa lama duari kita belajar, melainkan juga oleh metode dan kualitas pembelajaran kita. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dan ingatan jangka panjang, coba terapkan metode active recall dan jauhkan distraksi ketika belajar. Memulai kebiasaan baru memang tidak mudah. Namun, jika kamu ingin mendapatkan nilai yang lebih bagus dan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, maka kamu harus mulai berubah untuk jadi lebih baik, salah satunya dalam cara belajar. Melakukan active recall dan menjauhkan distraksi memang terasa sulit di awal. Namun coba untuk menerapkan sedikit demi sedikit, kamu pasti akan terbias.
Penulis: Aditya Rafif Bagaskara seorang Pelajar dengan akun Instagram @bagaskarafif













