Beranda Opini

Pantai Tanjung Layar, Ikon Sawarna yang Wajib Dikunjungi 

Pantai Tanjung Layar, Sawarna, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Pantai Tanjung Layar, Sawarna, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
- Advertisement -

Oleh:
Aulia Nurul Dzihni
NIM: 105022400070
Mahasiswa Telkom University

BANDUNG, Pelitabanten.com– Pantai Tanjung Layar merupakan pantai yang mempunyai ciri khas sendiri yaitu dua karang berukuran besar yang menyerupai layar kapal. Pantai ini menjadi spot wisata favorit dan unggul di daerah Sawarna karena keindahannya yang jarang ditemui. Akan tetapi, meskipun menjadi spot wisata favorit, pantai ini bukan tempat yang cocok untuk berenang karena ombaknya cukup besar, tetapi sangat cocok untuk sekedar healing.

Pantai Tanjung Layar berada di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Lokasinya tidak jauh dari Pantai Ciantir dan bibir pantainya saling menyambung. Namun, Tanjung Layar memiliki lebih banyak bebatuan karang. Area ini bisa didatangi dengan 2 rute menuju lokasi yaitu, dari arah Pelabuhan Ratu dan Malingping. Jarak yang ditempuh kurang lebih sama jika menggunakan rute tersebut dari Jakarta. Perkiraan durasi perjalannya sekitar 4-5 jam.

Setelah sampai ke Desa Sawarna, ada beberapa hal uang perlu pengunjung perhatikan: Jika membawa mobil, pengunjung perlu memarkir kendaraan di tempat parker yang sudah tersedia. Selain itu, pengunjung perlu menyiapkan uang tunai yang cukup karena semua transaksi di area pantai Tanjung Layar masih menggunakan pembayaran non-digital. Pengunjung akan dikenakan Harga Tiket Masuk (HTM) sebesar Rp10.000 per orang (harga bisa berubah sewaktu-waktu). Setelah itu pengunjung perlu berjalan kaki sekitar 15-20 menit melalui jembatan gantung dan jalur setapak yang mengarah ke pantai dan pastikan memakai alas kaki yang nyaman. Pengunjung juga bisa menyewa ojek lokal untuk sampai ke Pantai Tanjung Layar.

Waktu paling ideal untuk berkunjung adalah pagi hari atau menjelang sunset untuk menikmati pandangan langit di sore hari yang memiliki awan indah berwarna jingga sampai matahari mulai tenggelam sambil duduk-duduk beralaskan tikar atau di tempat duduk yang sudah tersedia. Jangan lupa untuk menyiapkan kamera agar bisa menyimpan kenangan di Pantai Tanjung Layar, karena di setiap sudut pantai ini mempunyai bagian indah tersendiri. Pada waktu-waktu ini, suasana pantai akan terasa jauh lebih menenangkan. Saat air sedang surut, pengunjung bisa berjalan ke tengah untuk berada diantara dua batu karang yang menjulang tinggi dan juga bisa melihat berbagai macam biota laut secara langsung.

- Advertisement -

Sama seperti pantai pada umumnya, di Pantai Tanjung Layar juga terdapat warung-warung milik warga lokal yang menawarkan berbagai macam hidangan seafood. Anda wajib coba ikan bakar fresh tangkapan nelayan pada hari itu atau lobster bakar. Namun untuk menu tertentu terkadang tidak tersedia di hari biasa. Berbagai macam hidangan laut dibandrol dengan harga yang ramah wisatawan, sehingga pengunjung bisa menikmati seafood yang lezat dan fresh sembari duduk santai di saung-saung dan menyaksikan keindahan pemandangan. Bagi pengunjung yang tidak makan seafood tidak perlu khawatir karena warung-warung disini juga menyediakan menu standar seperti mie instan atau es kelapa muda segar yang cocok diminum di area pantai apalagi saat matahari sedang panas terik.

Tanjung Layar bukan hanya sekedar destinasi liburan yang ramah wisatawan, tetapi karena keunikan karang yang berbentuk mirip dengan layar kapal yang menjulang tinggi dan deburan ombak besar menjadikannya latar sempurna untuk sekedar healing. (*)

- Advertisement -