LEBAK, Pelitabanten.com— Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Banjarsari Periode 2026–2029 mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyikapi film dokumenter Pesta Babi secara bijak, kritis, dan proporsional, pada Kamis (14/05/2026).
Hal tersebut disampaikan oleh Asep Mardi selaku Ketua Bidang Advokasi, Hukum, HAM dan Pertahanan DPK KNPI Banjarsari. Menurutnya, setiap karya dokumenter merupakan bagian dari ruang diskusi publik yang perlu dipahami secara objektif dan intelektual.
Kami memandang film dokumenter Pesta Babi sebagai bagian dari ruang diskusi publik yang perlu disikapi secara bijak, kritis, dan proporsional. Isu yang diangkat berkaitan dengan persoalan sosial, budaya, lingkungan, dan pembangunan yang memang membutuhkan perhatian bersama, ujar Asep Mardi.
Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan dalam menyikapi sebuah karya tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan di tengah masyarakat. Sebaliknya, hal tersebut harus dijadikan sarana dialog dan pembelajaran bersama demi menjaga persatuan dan stabilitas sosial.
Kebebasan berekspresi dan penyampaian pendapat merupakan bagian dari demokrasi yang harus tetap menghormati hukum, etika, serta persatuan bangsa. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berkembang di media sosial tanpa memahami konteks secara utuh, lanjutnya.
Asep Mardi juga menilai bahwa generasi muda harus mampu melihat berbagai persoalan bangsa secara kritis dan objektif. Menurutnya, film dokumenter dapat menjadi bahan refleksi akademik dan sosial dalam memahami berbagai dinamika yang terjadi di masyarakat.
Generasi muda harus mampu menjadikan berbagai isu publik sebagai ruang pembelajaran, bukan sebagai pemicu konflik. Mari menjaga ruang dialog yang sehat, menghormati perbedaan pendapat, serta mengedepankan persatuan dan kedamaian, katanya.
DPK KNPI Banjarsari berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga iklim demokrasi yang sehat melalui komunikasi, musyawarah, dan pendekatan yang humanis dalam menyikapi berbagai persoalan kebangsaan. (MIR)