LEBAK, Pelitabanten.com – Keresahan melanda sejumlah pelanggan layanan internet Dukodu di wilayah Desa Bojongjuruh, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak. Pasalnya, kabel jaringan internet yang terpasang menuju rumah pelanggan diduga diputus secara sengaja oleh oknum tidak bertanggung jawab. Akibat kejadian tersebut, aktivitas masyarakat yang bergantung pada akses internet terganggu, mulai dari pekerjaan, pendidikan, hingga komunikasi sehari-hari, pada Selasa (12/05/2026).
Keluhan itu mencuat setelah beberapa konsumen mengaku mendapati jaringan internet di rumah mereka mendadak terputus. Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, ditemukan kabel instalasi menuju rumah pelanggan dalam kondisi rusak dan terpotong.
Eha Melawati, salah satu pelanggan mengaku kecewa dengan aksi yang dinilai merugikan masyarakat kecil tersebut. Menurutnya, internet saat ini sudah menjadi kebutuhan penting, terlebih bagi pelajar dan pekerja yang menggunakan jaringan setiap hari.
“Ini sangat merugikan. Anak sekolah jadi terganggu belajar, pekerjaan juga terhambat karena jaringan mati total. Kami berharap pelaku segera ditemukan,” ujar Eha Melawati.
Menanggapi laporan masyarakat, anggota Satpol PP Kecamatan Banjarsari, Didi Haerudin, langsung bergerak melakukan tindak lanjut dan pemantauan di lapangan. Ia menegaskan bahwa tindakan perusakan fasilitas jaringan yang berdampak kepada masyarakat tidak bisa dianggap sepele.
Didi Haerudin menyampaikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait guna menelusuri dugaan pelaku serta mencegah kejadian serupa kembali terjadi di wilayah Banjarsari.
“Kami menerima laporan dari masyarakat dan langsung melakukan pengecekan. Dugaan perusakan fasilitas jaringan ini tentu merugikan banyak pihak, terutama masyarakat sebagai pengguna layanan. Kami akan tindak lanjuti,” tegasnya.
Sementara itu, Bung Yos selaku pihak Dukodu menyayangkan adanya dugaan sabotase terhadap jaringan internet yang selama ini menjadi penunjang kebutuhan komunikasi masyarakat di daerah blank spot. Mereka berharap ada kesadaran bersama untuk menjaga fasilitas umum demi kepentingan masyarakat luas.
Peristiwa ini pun menjadi perhatian warga. Masyarakat meminta aparat dan pihak terkait dapat segera mengungkap oknum pelaku agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan. Selain merugikan penyedia layanan, aksi tersebut juga berdampak langsung terhadap kebutuhan digital warga di pedesaan.
Di tengah meningkatnya kebutuhan internet di era digital, masyarakat berharap seluruh pihak dapat menjaga persaingan usaha tetap sehat tanpa tindakan yang merugikan konsumen. (MIR)
