PANDEGLANG, Pelitabanten.com— Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Banten Raya menyelenggarakan kegiatan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa (LKMM) selama tiga hari dua malam, yang berlangsung pada tanggal 24–26 April 2026 bertempat di Kampus STISIP Banten Raya.
Kegiatan ini secara resmi dibuka dengan dihadiri oleh perwakilan Bupati Pandeglang, Ketua STISIP Banten Raya, anggota DPRD Kabupaten Pandeglang, serta civitas akademika.
Dalam sambutannya, Wakil Presiden Mahasiswa, Ayu Riska menegaskan bahwa kegiatan LKMM bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang pembentukan pemimpin masa depan.
“LKMM ini bukan hanya kegiatan formalitas, tetapi ruang untuk melahirkan pemimpin-pemimpin mahasiswa yang kelak akan mengambil peran strategis, bahkan menggantikan posisi-posisi penting dalam pemerintahan dan pengambilan kebijakan. Oleh karena itu, mahasiswa harus mulai mempersiapkan diri sejak sekarang,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh anggota DPRD Kabupaten Pandeglang, Dede Sumantri, yang menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu berpikir kritis dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Mahasiswa harus berani bersuara, tetapi juga mampu menawarkan solusi. Jangan hanya menjadi pengamat, tetapi jadilah bagian dari perubahan yang memberikan dampak nyata,” ujarnya.
Baca Juga: BPIP Gencar Lakukan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila
Sementara itu, perwakilan Bupati Pandeglang, Asep Muslim dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini serta berharap mahasiswa dapat terus berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.
“Kegiatan seperti ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk mengasah kapasitas kepemimpinan. Kami berharap mahasiswa tidak hanya aktif di kampus, tetapi juga mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah,” ungkapnya.
Kegiatan LKMM ini secara resmi dibuka oleh Ketua STISIP Banten Raya, Nasir, yang turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan pengembangan kepemimpinan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan kepemimpinan mahasiswa. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi budaya akademik yang positif di lingkungan kampus,” ujarnya.
Selama tiga hari dua malam peserta mengikuti rangkaian materi yang cukup padat namun tetap dikemas secara interaktif dan aplikatif. Kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan dosen, alumni, akademisi, serta praktisi.
Beberapa pemateri yang hadir di antaranya Tia Rahmani, seorang akademisi sekaligus praktisi psikologi, Imung Hikmah sebagai praktisi komunikasi, serta Eva Nur Cahyani dari Lingkar Studi Feminis Banten yang membawakan perspektif gender dan kepemimpinan inklusif.
Baca Juga: Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolres Polda Banten Berganti
Berbagai materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung seperti simulasi kebijakan publik, presentasi kelompok, serta forum diskusi yang melatih kemampuan berpikir kritis dan komunikasi peserta.
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Selain mendapatkan pengetahuan baru, peserta juga memperoleh pengalaman berharga dalam memahami dinamika kepemimpinan, organisasi, serta peran mahasiswa di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi mahasiswa yang tidak hanya aktif di organisasi, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan yang kritis, inklusif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya. (MIR)