Oleh:
Farah Irodatillah
Presiden Mahasiswa BEM IKNUS 2024-2025
(Mahasiswa Administrasi Publik IKNUS, Warga Kabupaten Lebak)
LEBAK, Pelitabanten.com– Di tengah momentum transisi dan dinamika politik Lebak tahun 2026, proses pengisian kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak harus dibersihkan dari sentimen ego almamater jangan cuma dari jebolan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) atau Kedinasan sejenisnya atau relasi Kedekatan personal semata.
Buka ruang setara bagi aparatur jalur umum yang kompeten. Kami butuh kompetensi, bukan solidaritas korps yang sempit!
Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak bukan sekadar posisi administratif tertinggi bagi ASN, melainkan motor penggerak utama yang menentukan apakah kebijakan daerah akan berjalan lambat atau melesat.
Sebagai daerah terluas di Banten dengan PAD yang fluktuatif, Lebak butuh Sekda yang jeli memotong anggaran seremonial dan berani mengalokasikannya untuk program riil rakyat.
Tantangan geografis dari Cilograng hingga Rangkasbitung hanya bisa dipangkas dengan Kolaborasi pentahelix yang melibatkan multi stakeholder. Sekda baru wajib mampu membersihkan birokrasi dari sistem yang berbelit.
Geografi Lebak yang membentang luas adalah tantangan nyata yang hanya bisa ditaklukan dengan transformasi E-Governance serta Kolaborasi pentahelix yang melibatkan multi stakeholder. Sekda baru tidak boleh gagap dan mengkotak kotakan, ia wajib menguasai tata kelola pemerintahan yang adil, setara dan merata.
Masyarakat Lebak membutuhkan Sekda yang memiliki rekam jejak kompeten, inovasi paling konkret, dan hati yang paling membumi untuk melayani rakyat Lebak. Bersihkan open bidding Sekda dari kronisme dan ego sektoral! (*)