Komisi III DPRD Lebak Dorong Penguatan Literasi Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Banten Perkuat Edukasi

Junaedi Ibnu Jarta, Ketua Komisi III DPRD Lebak menjadi Keynotespeaker pada Seminar Nasional Poltekkes Kemenkes Banten, pada Minggu (19/07/2026).
Junaedi Ibnu Jarta, Ketua Komisi III DPRD Lebak menjadi Keynotespeaker pada Seminar Nasional Poltekkes Kemenkes Banten, pada Minggu (19/07/2026).

LEBAK, Pelitabanten.com– Komisi III DPRD Kabupaten Lebak menegaskan pentingnya penguatan literasi kesehatan sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hal tersebut disampaikan pada pembukaan Seminar Kesehatan Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Banten, pada Minggu (19/07/2026).

Dalam sambutannya, Junaedi Ibnu Jarta Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Lebak mengapresiasi penyelenggaraan seminar yang dinilai menjadi wadah edukasi ilmiah sekaligus implementasi amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Edukasi kepada masyarakat dipandang sebagai bagian penting dalam mewujudkan hak setiap warga negara untuk memperoleh informasi dan pelayanan kesehatan yang bermutu.

“Komisi III DPRD Kabupaten Lebak juga menegaskan komitmennya mengawal kebijakan dan penganggaran daerah agar program promotif dan preventif di bidang kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah pedesaan. Sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan kesehatan dinilai menjadi kunci dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang berkualitas,” ujarnya.

Advertisement

Mengangkat tema “GERD vs Serangan Jantung: Kenali Perbedaan, Cegah Risiko Fatal Sejak Dini Sepanjang Siklus Kehidupan,” seminar ini memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya membedakan gejala penyakit asam lambung dan serangan jantung yang kerap memiliki kemiripan. Pemahaman yang tepat diharapkan mampu mencegah keterlambatan penanganan medis dan menekan risiko kematian akibat salah mengenali gejala.

Selain itu, seminar menegaskan peran strategis tenaga kesehatan, khususnya bidan, sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi preventif kepada keluarga dan masyarakat. Melalui peningkatan literasi kesehatan, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya deteksi dini penyakit sehingga mampu mengambil langkah yang cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan.

Junaedi Ibnu Jarta, menyampaikan bahwa seminar Kesehatan Nasional Poltekkes Kemenkes Banten Tahun 2026 menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, legislatif, akademisi, dan tenaga kesehatan.

Baca Juga: Pak Guru Hendri Rediana: Wifi Dukodu Bukan Sekadar Jaringan, Tetapi Jembatan Kekeluargaan Warga Desa Leuwiipuh

“Ini menjadi kolaborasi bersama dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, cerdas, serta memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya pencegahan penyakit melalui edukasi yang berkelanjutan,” pungkasnya. (MIR)

Advertisement