Jelang Event PNLG, Kepala Bappeda Taufik Emil: Pemkab Tangerang Siapkan Infrastruktur & Sertakan Pemberdayaan UMKM

Jelang Event PNLG, Kepala Bappeda Taufik Emil: Pemkab Tangerang Siapkan Infrastruktur & Sertakan Pemberdayaan UMKM
Sekda Kabupaten Tangerang Rudi Maesyal bersama Badan Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Taufik Emil bersama jajarannya saat meninjau lokasi Kawasan Urban Aquaculture Ketapang Mauk, Kecamatan Mauk.

KABUPATEN TANGERANG, Pelitabanten.com – Pemerintah Kabupaten Tangerang membenahi Kawasan Urban Aquaculture Ketapang Mauk, Kecamatan Mauk, pembenahan tersebut merupakan agenda menyambut ajang internasional Partnership in Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA) Network of Local Government (PNLG) Meeting Summit 2022.

Banyak hal yang disiapkan, mulai dari pembangunan infrastruktur, pemberdayaan UMKM, lingkungan hidup, hingga pelibatan masyarakat setempat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Tangerang, Taufik Emil mengatakan, pembangunan di sejumlah infrastruktur akan terus dilakukan guna menyukseskan jalannya event dunia tersebut yang akan digelar pada Oktober tahun 2022 mendatang.

Pembenahan yang dilakukan tersebut antara lain adalah melakukan pembangunan dan perbaikan jalan, melakukan penataan lahan parkir, melakukan pembangunan pedestrian, hingga penataan pohon dan hutan mangrove di lingkungan kawasan tersebut.

“Penataan lingkungan hidup sangat penting, dan hal tersebut merupakan garda terdepan dalam pagelaran ini,” ucapnya saat mengikuti rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan PNLG, Selasa (15/02/2022).

Selain pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi masyarakat sekitar juga sangat penting untuk dilakukan. Hal ini dilakukan agar nantinya masyarakat juga dapat merasakan manfaat dari adanya kegiatan ini untuk meningkatkan ekonomi mereka.

Dia berharap, semua instansi yang masuk ke dalam penyelenggaraan program tersebut bekerja optimal dalam melaksanakan tugas yang sudah diberikan.

“Di area ini kami berencana akan membangun pusat kuliner atau pusat UMKM, dan ini nantinya dapat dipergunakan masyarakat untuk menjual hasil produk olahan mereka dan hasil tangkapan ikan. Mengingat mayoritas masyarakat disini berprofesi sebagai nelayan,”jelasnya.