Ibu Ani Yudhoyono Meninggal, Dedy Fitriadi: Terkenang Saat Beliau Kunjungi Kota Tangerang

Ibu Ani Yudhoyono Meninggal, Dedy Fitriadi: Terkenang Saat Beliau Kunjungi Kota Tangerang
Kenangan Bersama Ibu Ani Yudhoyono Saat Kunjungi Kota Tangerang. Foto Dokumentasi Dedy Fitriadi, Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com — Kabar Duka datang dari National Universty Hospital Singapura, Istri dari Bapak Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Ke- 6 Republik Indonesia, Ibu Ani Yudhoyono meninggal dunia di usia 67 tahun setelah berjuang melawan kanker darah.

Ungkapan Belasungkawa datang dari semua pihak termasuk, Dedy Fitriadi selaku Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Tangerang beserta jajaran turut berbelasungkawa atas berpulangnya Ibu Kristiani Herrawati atau yang lebih dikenal dengan nama Ani Yudhoyono.

Ani Yudhoyono Meninggal
Kenangan Dedy Fitriadi Bersama Ibu Ani Yudhoyono. Foto Pelitabanten.com (Dok.Ist)

“Jujur dengan kabar seperti ini saya kaget sekali,” ucapnya kepada Pelitabanten.com

Dedy yang juga diketahui sebagai Ketua Harian FKPPI dan HIPAKAD Kota Tangerang mengatakan, bahwa Ibu Ani adalah sosok wanita baik, tangguh, dan sayang kepada keluarga dan rakyatnya.

“Saya pribadi beserta jajaran turut berduka sedalam-dalamnya, karena banyak kenangan juga waktu bersama Ibu (Alm. Ani Yudhoyono -red) apalagi pada saat beliau dan Keluarga datang berkunjung ke Kota Tangerang pada waktu itu,” jelas Dedy dengan raut wajah sendu.

Ani Yudhoyono diketahui meninggal dunia di National Universty Hospital Singapura, pada Sabtu (01/06/2019) jam 11. 50 waktu Singapura.

Dari informasi yang dihimpun, Jenazah Ani Yudhoyono akan diberangkatkan dari Singapura ke Indonesia besok 2 Juni 2019 dengan menggunakan pesawat Hercules C-130 menuju Lanud Halim Perdana Kusuma dan setibanya di kediaman Puri Cikeas almarhummah akan disholatkan dan dimakamkan di TMP Kalibata dengan upacara militer.

“Yang jelas saya beserta jajaran merasa kehilangan sosok ibu Ani yang perduli dan semoga beliau ditempatkan disisi Allah Subhanawata’alla,” tutupnya.

Mencoba untuk selalu Melihat, mendengar, dan merasakan segala situasi & kondisi di setiap arah prasa dan hati yang seakan redup dan berpijar.. Layaknya seperti pelita.. Selalu berkarya dan terus bercahaya menerangi lorong gelap setiap jiwa-jiwa yang berharap.. Dari torehan secerca tinta disehelai kertas usang di era digital, ku racik kalimat hidup dari suara-suara makhluk yang bernafas. Mengalir dan berposes melalui filosofi dunia, yang terbentuk menjadi sajian kenikmatan klimaks yang membuka panca indera dan berprosa sesuai nalar, hingga menjadi keutuhan dari akal, bagi kaum yang mau berfikir. SemangArt terussssss We Are d'Little Writter Huda R Alfian (Yudha)