Optimalkan Peran Pers Kampus, LPM Dialektika Gelar Pondok Jurnalis

Tegar Permana, Ketua Pelaksana kegiatan LPM saat memberikan sambutan dalam pembukaan Pondok Jurnalis, pada Sabtu (16/03/2024).
Tegar Permana, Ketua Pelaksana kegiatan LPM saat memberikan sambutan dalam pembukaan Pondok Jurnalis, pada Sabtu (16/03/2024).

PANDEGLANG, Pelitabanten.com– Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dialektika STISIP Banten Raya menggelar kegiatan Pondok Jurnalis Dialektika 2024 di Gedung KNPI Pandeglang, yang dimulai dari hari Jum’at (15/3) sampai Minggu (17/3).

Kegiatan tersebut mengambil tema ‘Optimalisasi Peran Jurnalis Kampus di Era Digital’.

Tegar Permana, selaku ketua pelaksana mengatakan pentingnya kegiatan tersebut yaitu untuk meningkatkan kemampuan menulis Mahasiswa STISIP Banten Raya.

Menurutnya, budaya tulis-menulis masih menjadi budaya yang seperti asing di kampusnya.

“Kampus harus hidup oleh ruang-ruang dialog, dialektik, dan lain sebagainya. Namun yang paling terpenting adalah mereka juga bisa menulis dengan baik,” katanya pada Pelitabanten.com Sabtu, 16/03/2024.

Hal senada diungkapkan oleh Mukhlas Nasrullah selalu Ketua Umum LPM Dialektika.

Namun ia lebih menyoroti tentang keberadaan kader LPM Dialektika itu sendiri, yang kemungkinan selama ini belum cukup optimal melakukan gerakan-gerakan nya.

“Maka nya mungkin kenapa budaya tulis menulis seperti asing di kampus kita, bisa jadi karena gerakan kita yang kurang masif dan belum cukup optimal,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, ia berharap agar LPM Dialektika STISIP Banten Raya ke depannya bisa menjadi lebih baik lagi.

“Ya harapan saya kader yang baru masuk bisa terus komitmen dan bertanggung jawab atas pilihan nya untuk masuk LPM, tidak setengah-setengah berprosesnya, dan tidak bosan-bosan untuk terus berkembang,” ujarnya.

Mohamad Iyos Rosyid bersama Lembaga Pers Mahasiswa, pada Jum'at (16/03/2024).
Mohamad Iyos Rosyid bersama Lembaga Pers Mahasiswa, pada Jum’at (16/03/2024).

Mohamad Iyos Rosyid dalam pemaparan materinya menjelaskan bahwa memilih jalan di organisasi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) harus memiliki karakter dan mentalitas yang kuat. Itu harus diasah dengan terus-menerus.

“Cara melatihnya dengan mengasah kemampuan dengan banyak membaca, berdiskusi, berdialog, membaca buku, dan update terhadap berita-berita terbaru agar terus menambah wawasan dalam menggali berita,” ujarnya.

Mohamad Iyos Rosyid juga memberikan motivasi kepada para peserta LPM untuk terus meningkatkan kemampuan dibidang jurnalistik agar terus mengasah ilmu dengan baik.

“Terus latih kemampuan yang ada dengan terus belajar dan belajar. Sehingga kita akan menemukan mutiara di dalam pembelajaran yang kita gapai hari ini,” pungkasnya. (MIR)