Dirilis Polisi, Perampok Toko Telur di Tangerang Ungkap Alasan

Dirilis Polisi, Perampok Toko Telur di Tangerang Ungkap Alasan
Sugiyanto Alias Butep (Orange) Pelaku Perampokan Toko Telur Dengan Melukai Korban. Foto Iwan K. Halawa Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com — Sugiyanto alias Butep (38) pelaku perampokan dengan menusuk korban penjaga Toko Pasar Anyar kota Tangerang ungkap alasan di hadapan awak .

Disampaikan Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto didampingi Reskrim AKBP Burhanuddin saat rilis penangkapan pelaku di aula Mapolres, Jum’at (10/01/2020) sore.

“Dari pengakuan pelaku, aksi kejahatan dilakukan dengan alasan kepepet kebutuhan sehari-hari, sehingga terbesit niat di dalam pikirannya untuk melakukan pencurian, sebelumnya pelaku memantau situasi di toko. Diavberhasil membawa kabur uang tunai sebesar Rp. 2,5 juta,”ungkap Kapolres.

Dirilis Polisi, Perampok Toko Telur di Tangerang Ungkap Alasan
Rilis Penangkapan Pelaku Oleh Kapolres Metro Tangerang Kota. Foto Iwan K Halawa Pelitabanten.

Pelaku Butep berhasil ditangkap dengan sebelumnya dihadiahi timah panas karna berusaha kabur saat diminta menunjukan barang bukti kejahatannya, penangkapan dilakukan di terminal Kalideres Jakarta Barat, pada Jum’at (3/1/2020) lalu.

“Pelaku diamankan kurang lebih seminggu pasca kejadian (29/12/2019). Sugianto ini saat melakukan pencurian di itu sempat melukai dua korban menggunakan sebuah gunting secara membabi buta, karna aksinya dipergoki korban, hingga korban harus menjalani perawatan Intensif di Rumah Sakit,”bebernya.

Lanjut , penangkapan pelaku berdasarkan petunjuk dari para . dengan menyita barang bukti berupa 2 unit HP, 1 buah gunting, sendal serta uang tunai sisa rampasan pelaku.

Lelaki yang biasa luntang lantung di kawasan Pasar Anyar Kota Tangerang ini diketahui dalam kesehariannya bekerja secara serabutan kadang menjadi juru parkir liar di dekat lokasi kejadian.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 365 ayat 2 tentang pencurian dengan dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. (Iwan K. Halawa)