Lebak Youth Fest 2026, Belia Hasbi Jayabaya: Serukan Penguatan Karakter Generasi Muda Lebak Selatan

Lebak Youth Fest 2026 menghadirkan pemateri lintas stakeholder tentang edukasi menjaga generasi muda pada Sabtu (08/08/2026).
Lebak Youth Fest 2026 menghadirkan pemateri lintas stakeholder tentang edukasi menjaga generasi muda pada Sabtu (08/08/2026).

LEBAK, Pelitabanten.com— Ratusan pemuda dan pelajar se-Kabupaten Lebak berkumpul dalam helatan Lebak Youth Fest 2026 yang mengusung tema “Merawat Akhlak Pemuda Lebak Selatan: Menjaga Diri dari Bahaya LGBT, Narkoba, dan Aksi Kekerasan”. Acara yang menggabungkan seminar edukasi dan panggung live music ini digelar sebagai langkah konkret membentengi generasi muda dari potensi degradasi moral dan ancaman bahaya sosial, pada Sabtu (08/08/2026).

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Lebak, Ibu Belia Hasbi Asyidiki Jayabaya, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran keluarga dan ruang aman bagi tumbuh kembang remaja di era digital dan globalisasi yang kian komplek.

“Generasi muda Lebak Selatan memiliki potensi luar biasa. Namun, potensi ini harus dijaga dengan benteng karakter dan akhlak yang kuat. Ancaman seperti penyalahgunaan narkoba, perilaku menyimpang, hingga aksi kekerasan atau tawuran bukan hanya merusak masa depan individu, tetapi juga menghancurkan masa depan daerah kita. Peran aktif keluarga, lingkungan sekolah, dan ruang kreatif sangat krusial untuk membimbing mereka ke arah yang positif,” tegas Ibu Belia Hasbi Asyidiki Jayabaya.

Seminar edukasi ini menghadirkan perspektif holistik melalui diskusi panel bersama para pakar di bidangnya, diantaranya Kepala Bidang PPA Provinsi Banten, memaparkan pentingnya perlindungan anak dan remaja dari potensi eksploitasi, kekerasan berbasis gender, serta penguatan pendampingan psikologis di tingkat daerah.

Polres Lebak (Diwakili Kasat Narkoba), AKP Epy Cepiana, S.H, memberikan pemahaman tegas mengenai bahaya hukum dan dampak kesehatan dari penyalahgunaan narkotika, sekaligus strategi pencegahan peredaran gelap di lingkungan pemuda.

Tokoh Agama, Kyai Iroh, menjelaskan pendekatan nilai-nilai spiritual, moralitas, dan pembentukan akhlakul karimah sebagai fondasi utama dalam membentengi diri dari berbagai perilaku menyimpang.

Baca Juga: Kemendiktisaintek dan Anggota DPR RI Komisi X Kupas Sejarah Sains, Indonesia Disebut Berpeluang Jadi Laboratorium Dunia

Aktivis Pendidikan: Mendorong pemuda untuk mengalihkan energi ke kegiatan produktif, literasi, serta pembangunan pola pikir kritis (critical thinking).

Praktisi Kesehatan: Mengupas dampak medis dan risiko psikologis terkait bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang serta pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan mental secara benar.

M. Febi Pirmansyah selaku Founder Ruang Berfikir menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang agar tidak hanya menjadi ajang ceramah searah, melainkan ruang dialog interaktif yang merangkul bahasa anak muda.

Selain sesi edukasi yang padat materi, Lebak Youth Fest 2026 juga dimeriahkan oleh pertunjukan Live Music dari para musisi lokal Lebak Selatan. Pendekatan seni dan musik ini digunakan sebagai media ekspresi positif untuk membuktikan bahwa pemuda dapat berkarya, bersenang-senang, dan berkreasi tanpa harus terlibat dalam tindakan negatif.

Melalui kegiatan ini, panitia penyelenggara berharap semangat merawat akhlak dan menjaga diri ini dapat ditularkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah, komunitas, dan desa-desa di wilayah Lebak Selatan. (MIR)