Seren Taun Wewengkon Adat Kasepuhan Citorek 2026: Merawat Tradisi, Mempererat Silaturahmi dan Ungkapan Syukur Pasca Panen

Asep Suparman alias Aka Amang, Ketua Barisan Pemuda Wewengkon Adat Kasepuhan Citorek, bersama Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Jaro Jajang pada acara Seren Taun 2026 pada Minggu (20/09/2026).
Asep Suparman alias Aka Amang, Ketua Barisan Pemuda Wewengkon Adat Kasepuhan Citorek, bersama Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Jaro Jajang pada acara Seren Taun 2026 pada Minggu (20/09/2026).

LEBAK, Pelitabanten.com — Wewengkon Adat Kasepuhan Citorek kembali menggelar Seren Taun sebagai salah satu tradisi adat yang sarat makna kebersamaan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap warisan leluhur. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, 19–21 September 2026, di Wewengkon Adat Kasepuhan Citorek, Kabupaten Lebak, Banten.

Seren Taun menjadi momentum penting bagi masyarakat adat, khususnya para incu putu Kasepuhan Wewengkon Citorek, untuk berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil pertanian yang telah diperoleh selama satu musim.

Ketua Barisan Pemuda Wewengkon Adat Kasepuhan Citorek, Asep Suparman atau yang akrab disapa Aka Amang, mengatakan Seren Taun tidak sekadar menjadi kegiatan adat tahunan, tetapi juga memiliki nilai sosial dan spiritual yang kuat bagi masyarakat Kasepuhan Citorek.

“Seren Taun ini adalah bentuk silaturahmi antara anak incu putu Kasepuhan Wewengkon Citorek dan sekaligus bentuk rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Aka Amang pada Pelitabanten.com, Minggu (20/09/2026).

Menurutnya, tradisi tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan kembali keluarga besar masyarakat adat dari berbagai wilayah. Kebersamaan yang terbangun melalui Seren Taun diharapkan dapat terus menjaga kekompakan dan keberlangsungan nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun.

Sementara itu, Johar atau Mang Oang Wakil Ketua Barisan Pemuda Wewengkon Adat Kasepuhan Citorek menyampaikan bahwa Seren Taun 2026 juga merupakan bentuk rasa syukur masyarakat setelah melewati masa panen.

Baca Juga: Bukan Sekadar Murak Kadu! Festival Durian 2026 Jadi Panggung Promosi Wisata dan UMKM Lebak

“Dengan Seren Taun ini adalah rasa syukur pasca panen dan sebagai ajang silaturahmi untuk mempererat keakraban di antara incu putu Wewengkon Adat Kasepuhan Citorek,” ungkapnya.

Seren Taun 2026 sekaligus memperlihatkan bagaimana tradisi adat masih memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat. Bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sarana memperkuat hubungan sosial, menjaga kebersamaan, serta menanamkan nilai gotong royong antargenerasi.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga 21 September 2026 tersebut menjadi momentum bagi masyarakat Kasepuhan Citorek untuk kembali meneguhkan identitas budaya sekaligus merawat tradisi leluhur agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Di tengah perkembangan zaman, Seren Taun menjadi pengingat bahwa kemajuan masyarakat tidak harus menghilangkan akar budaya. Tradisi, kebersamaan, dan rasa syukur tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat adat Wewengkon Kasepuhan Citorek. (MIR)