SSB Gelar Perkasa Ponpes JMC Raih Juara Kedua Soeratin U15 2026 di Stadion Uwes Qorny Ona

SSB Gelar Perkasa Ponpes JMC Raih Juara Kedua, pada Senin (14/09/2026).
SSB Gelar Perkasa Ponpes JMC Raih Juara Kedua, pada Senin (14/09/2026).

LEBAK, Pelitabanten.com– Pertandingan Sepak Bola U15 yang diikuti oleh 22 tim dari berbagai wilayah Kabupaten Lebak berlangsung meriah di Stadion Uwes Qorny, Ona Kabupaten Lebak, Minggu (13/09/2026).

Salah satu perwakilan dari Kecamatan Malingping, SSB Gelar Perkasa Pondok Pesantren Jam’iyatul Mubtadi Cibayawak (JMC) berhasil meraih juara kedua dalam ajang bergengsi Piala Soeratin U13 dan U15 2026.

Keikutsertaan SSB Gelar Perkasa U15 tahun 2026 menjadi bagian dari upaya menjaring atlet muda potensial sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat dan keterampilan di bidang sepak bola.

Pelatih SSB Gelar Perkasa, Arifin (Coach Tongas), menjelaskan bahwa kompetisi ini diikuti oleh 22 sekolah sepak bola yang terbagi dalam zona selatan 10 tim dan Jona Utara 12 tim, diselenggarakan di Lapangan Juang Pagenggang. Dari hasil pertandingan, tim terbaik dipertemukan kembali di zona utara yang berlangsung di Stadion Uwes Qorny.

“Alhamdulillah setelah perjuangan panjang, SSB Gelar Perkasa berhasil masuk final dan meraih juara dua. Ini hasil kerja keras anak-anak,” ungkap Arifin, Senin (14/09/2026).

Arifin berharap dukungan dari semua pihak agar anak-anak semakin mencintai olahraga, khususnya sepak bola. Ia menekankan bahwa SSB bukan hanya wadah hobi, melainkan juga tempat pembentukan karakter, kedisiplinan, serta jenjang karier profesional bagi pemain muda.

Baca Juga: Halson Nainggolan Resmi Jadi Sekda Lebak, Fokus Perkuat OPD dan Disiplin ASN

“Kedepannya saya berharap anak-anak bukan hanya sekadar berolahraga, tetapi menjadikan sepak bola sebagai pembentukan karakter, disiplin, dan fokus untuk menjadi atlet nasional,” tambahnya.

Sepak bola, menurutnya, mampu menanamkan nilai sportivitas, kerja sama tim, mental baja, serta mengubah pemahaman bermain bola dari sekadar “mengejar bola” menjadi permainan strategis, terstruktur, dan berbasis kecerdasan posisi. (MIR)