Houthi Adalah Apa? Sejarah, Ideologi dan Kekuatan di Yaman

Houthi Adalah Apa Sejarah, Ideologi dan Kekuatan di Yaman
Houthi (ISTIMEWA)

Pelitabanten.comHouthi adalah gerakan politik, keagamaan, dan militer yang berasal dari wilayah utara Yaman dan secara resmi dikenal sebagai Ansar Allah atau “Pendukung Tuhan”. Kelompok ini berakar pada tradisi Zaidiyah, salah satu cabang Syiah yang memiliki sejarah panjang di Yaman, dan kemudian berkembang menjadi kekuatan bersenjata yang memainkan peran penting dalam konflik Yaman serta dinamika keamanan Laut Merah.

Perjalanan Houthi dari gerakan kebangkitan keagamaan menjadi kekuatan militer tidak berlangsung dalam waktu singkat. Konflik dengan pemerintah Yaman, perubahan politik setelah Arab Spring, perebutan ibu kota Sanaa pada 2014, perang dengan koalisi pimpinan Arab Saudi, serta dukungan dari Iran ikut membentuk posisi Houthi seperti yang dikenal saat ini.

Houthi Adalah Siapa?

Houthi adalah nama yang digunakan secara luas untuk menyebut gerakan yang secara resmi bernama Ansar Allah. Nama “Houthi” berasal dari keluarga al-Houthi yang memiliki akar kuat di Saada, Yaman bagian utara, terutama dari tokoh Hussein Badreddin al-Houthi dan keluarganya.

Gerakan tersebut tidak hanya terdiri dari anggota keluarga atau suku Houthi. Dalam perkembangannya, Ansar Allah menjadi organisasi politik dan militer yang memiliki jaringan pendukung lebih luas di sejumlah wilayah Yaman.

Pemimpin utama gerakan ini adalah Abdul Malik al-Houthi, yang mengambil alih kepemimpinan setelah kematian saudaranya, Hussein al-Houthi, pada 2004.

Asal-usul Kelompok Houthi di Yaman

Akar gerakan Houthi berkaitan erat dengan kebangkitan kembali identitas dan tradisi Zaidiyah di Yaman bagian utara. Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat bahwa gerakan tersebut berkembang sebagai kelompok kebangkitan Zaidiyah pada dekade 1980-an, di tengah kekhawatiran sebagian komunitas Zaidiyah mengenai perubahan sosial dan keagamaan di wilayah mereka.

Baca Juga: Kondektur KAI Adalah? Ini Tugas dan Perannya di Kereta

Latar belakang tersebut tidak dapat dipisahkan dari sejarah politik Yaman. Imamah Zaidiyah di Yaman utara berakhir setelah revolusi 1962, sehingga terjadi perubahan besar dalam struktur kekuasaan dan kehidupan politik masyarakat di kawasan tersebut.

Hussein al-Houthi dan lahirnya gerakan politik

Hussein Badreddin al-Houthi menjadi salah satu tokoh penting dalam perkembangan gerakan tersebut. Pada tahap awal, aktivitasnya banyak berkaitan dengan pendidikan, identitas keagamaan, dan kritik terhadap kebijakan pemerintah Yaman.

Ketegangan antara kelompok Houthi dan pemerintah pusat kemudian meningkat. Pada 2004, konflik bersenjata pertama antara pemerintah Yaman dan kelompok yang dipimpin Hussein al-Houthi pecah di Saada.

Hussein al-Houthi tewas pada tahun yang sama. Setelah itu, kepemimpinan gerakan beralih kepada Abdul Malik al-Houthi, yang kemudian menjadi figur sentral dalam perkembangan Ansar Allah.

Ideologi Houthi: Apakah Houthi Syiah?

Houthi memiliki akar keagamaan pada Zaidiyah, sebuah tradisi Syiah yang berkembang terutama di Yaman utara. Zaidiyah berbeda dari Syiah Dua Belas Imam yang menjadi tradisi dominan di Iran.

Karena itu, hubungan antara Houthi dan Iran tidak tepat dipahami semata-mata sebagai hubungan antara dua kelompok yang memiliki doktrin keagamaan identik. Para peneliti juga mencatat adanya perbedaan teologis antara Zaidiyah dan Syiah Dua Belas Imam.

Baca Juga: 3 Cara Ubah PPT ke PDF: Simpan, Konversi, atau Cetak

Dalam perkembangannya, gerakan Houthi menggabungkan unsur identitas keagamaan, nasionalisme Yaman, kepentingan politik, serta perlawanan terhadap pengaruh asing. Ideologi dan praktik politik kelompok tersebut juga berkembang seiring perubahan konflik di Yaman.

Mengapa Houthi Melawan Pemerintah Yaman?

Konflik antara Houthi dan pemerintah Yaman memiliki banyak lapisan. Persoalannya tidak hanya berkaitan dengan agama, tetapi juga menyangkut kekuasaan politik, ketimpangan pembangunan, identitas regional, hubungan dengan pemerintah pusat, serta campur tangan kekuatan asing.

Pada awal 2000-an, Houthi menentang sejumlah kebijakan Presiden Ali Abdullah Saleh. Setelah beberapa putaran perang antara 2004 dan 2010, posisi kelompok tersebut semakin kuat di wilayah Saada dan sekitarnya.

Perubahan besar terjadi setelah Arab Spring pada 2011. Pergantian politik di Yaman menciptakan kekosongan dan persaingan kekuasaan yang kemudian dimanfaatkan berbagai kelompok, termasuk Houthi.

Bagaimana Houthi Menguasai Sanaa?

Houthi memperluas pengaruhnya setelah pergolakan politik 2011. Pada 2014, pasukan Houthi bergerak ke wilayah yang lebih luas dan akhirnya mengambil alih Sanaa, ibu kota Yaman.

Pengambilalihan Sanaa menjadi titik balik penting karena Houthi tidak lagi sekadar menjadi kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah utara. Mereka berubah menjadi salah satu aktor utama yang menentukan arah politik dan keamanan Yaman.

Pada Januari 2015, krisis politik semakin dalam setelah Houthi menguasai sejumlah institusi negara dan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi kemudian meninggalkan Sanaa. Perkembangan tersebut menjadi salah satu pemicu eskalasi perang yang melibatkan kekuatan regional.

Perang Yaman dan Intervensi Arab Saudi

Pada 2015, Arab Saudi memimpin koalisi militer yang melakukan intervensi di Yaman dengan tujuan mendukung pemerintah yang diakui secara internasional dan menghentikan ekspansi Houthi.

Intervensi tersebut mengubah konflik domestik Yaman menjadi konflik yang memiliki dimensi regional. Houthi berhadapan dengan kekuatan yang mendapat dukungan dari Arab Saudi dan sejumlah negara lainnya.

Perang yang berlangsung bertahun-tahun menyebabkan kerusakan besar terhadap infrastruktur dan menimbulkan krisis kemanusiaan yang berkepanjangan. Perserikatan Bangsa-Bangsa juga berulang kali terlibat dalam upaya mediasi untuk mengurangi eskalasi dan membuka jalan menuju penyelesaian politik.

Hubungan Houthi dan Iran

Hubungan Houthi dengan Iran menjadi salah satu aspek paling banyak dibahas dalam konflik Yaman. Iran diketahui memberikan berbagai bentuk dukungan kepada Houthi, termasuk bantuan persenjataan, pelatihan, intelijen, dan dukungan teknis.

Namun, hubungan tersebut tidak berarti bahwa Houthi sepenuhnya identik dengan pemerintah Iran. Sejumlah analisis menggambarkan Houthi sebagai mitra Iran yang memiliki kepentingan dan agenda sendiri di Yaman, bukan sekadar organisasi yang seluruh keputusannya dikendalikan dari Teheran.

Dukungan Iran menjadi semakin penting ketika kemampuan militer Houthi berkembang. Persenjataan seperti rudal dan drone meningkatkan kemampuan kelompok tersebut untuk menyerang sasaran yang jauh di luar wilayah basis tradisionalnya.

Siapa Pemimpin Houthi?

Abdul Malik al-Houthi merupakan pemimpin utama gerakan Houthi. Ia mengambil alih kepemimpinan setelah kematian saudaranya, Hussein al-Houthi, pada 2004.

Abdul Malik al-Houthi kemudian menjadi figur utama dalam keputusan politik dan militer gerakan tersebut. Perserikatan Bangsa-Bangsa juga mencatatnya sebagai pemimpin Ansar Allah dalam berbagai proses diplomatik terkait konflik Yaman.

Selain pemimpin politik dan militer, Houthi memiliki sejumlah tokoh yang tampil sebagai juru bicara atau pejabat dalam struktur pemerintah de facto yang mereka bangun di wilayah yang mereka kuasai.

Seberapa Kuat Militer Houthi?

Kekuatan Houthi tidak hanya berasal dari jumlah personel bersenjata. Salah satu faktor penting adalah pengalaman tempur yang diperoleh melalui konflik berkepanjangan di Yaman.

Kelompok ini juga mengembangkan kemampuan menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, drone, sistem pertahanan udara, serta persenjataan yang dapat digunakan untuk mengancam sasaran darat dan maritim.

Dukungan Iran disebut membantu meningkatkan kemampuan teknis dan persenjataan Houthi. Namun, kemampuan tersebut juga berkembang melalui pengalaman lokal, perebutan persenjataan dari pihak lawan, serta kemampuan memproduksi atau merakit sebagian sistem persenjataan secara lokal.

Faktor yang membuat Houthi sulit dikalahkan

  • Pengalaman perang: konflik selama bertahun-tahun membuat kelompok tersebut memiliki pengalaman menghadapi berbagai jenis operasi militer.
  • Medan Yaman: wilayah pegunungan dan kondisi geografis Yaman dapat menyulitkan operasi militer konvensional.
  • Persenjataan jarak jauh: rudal dan drone memungkinkan serangan terhadap sasaran yang berada jauh dari garis depan.
  • Jaringan lokal: Houthi memiliki basis sosial dan politik yang berkembang terutama di wilayah utara Yaman.
  • Dukungan eksternal: bantuan Iran dalam bentuk persenjataan, pelatihan, dan keahlian teknis memperkuat kemampuan militernya.

Karena faktor-faktor tersebut, kekuatan Houthi tidak dapat diukur hanya berdasarkan luas wilayah yang mereka kuasai. Kemampuan mengancam sasaran strategis dan jalur perdagangan juga menjadi bagian penting dari kekuatan mereka.

Mengapa Houthi Menyerang Kapal di Laut Merah?

Posisi Houthi menjadi perhatian dunia setelah kelompok tersebut melancarkan serangkaian serangan terhadap kapal di kawasan Laut Merah sejak akhir 2023. Houthi menyatakan aksi tersebut berkaitan dengan perang Israel-Hamas dan dukungan terhadap Palestina.

Serangan tersebut kemudian membuat keamanan pelayaran internasional di kawasan Laut Merah menjadi isu geopolitik utama. Kapal-kapal yang melewati wilayah tersebut menghadapi risiko serangan rudal, drone, dan ancaman lainnya.

Akibatnya, sebagian perusahaan pelayaran memilih menghindari rute Laut Merah dan menggunakan jalur yang lebih panjang mengitari Tanjung Harapan di Afrika. Perubahan rute dapat meningkatkan waktu perjalanan, konsumsi bahan bakar, biaya logistik, dan premi asuransi.

Apa Itu Selat Bab el-Mandeb?

Bab el-Mandeb adalah selat strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia. Letaknya berada di antara Yaman di sisi Asia dan Djibouti serta Eritrea di sisi Afrika.

Selat ini sangat penting karena menjadi salah satu jalur yang menghubungkan perdagangan antara Asia, Timur Tengah, Eropa, dan kawasan Mediterania melalui Laut Merah serta Terusan Suez.

Karena Houthi memiliki posisi di wilayah pesisir Yaman yang menghadap Laut Merah, kemampuan kelompok tersebut untuk mengancam pelayaran di kawasan Bab el-Mandeb memiliki konsekuensi yang jauh melampaui konflik domestik Yaman.

Mengapa Houthi Penting dalam Geopolitik Timur Tengah?

Houthi menjadi penting dalam geopolitik Timur Tengah karena kelompok tersebut berada di persimpangan tiga kepentingan besar: konflik Yaman, persaingan regional Iran dan negara-negara Arab, serta keamanan jalur perdagangan internasional.

Dari perspektif Yaman, Houthi merupakan salah satu aktor utama dalam perebutan kekuasaan. Dari perspektif regional, hubungan dengan Iran membuat aktivitas Houthi berkaitan dengan persaingan kekuatan di Timur Tengah.

Sementara dari perspektif internasional, kemampuan Houthi mengancam pelayaran di Laut Merah menjadikan kelompok tersebut berpengaruh terhadap keamanan perdagangan dan energi global.

Apakah Houthi Sama dengan Pemerintah Yaman?

Tidak. Houthi dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional merupakan aktor yang berbeda.

Houthi membangun struktur pemerintahan de facto di wilayah yang berada di bawah kendalinya, termasuk di Sanaa. Sementara itu, pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional dan berbagai kelompok anti-Houthi memiliki basis serta struktur politik tersendiri.

Situasi politik Yaman juga lebih kompleks karena terdapat kelompok lain, termasuk kelompok-kelompok di Yaman selatan yang memiliki agenda politik berbeda.

Apakah Houthi Hanya Kelompok Agama?

Tidak. Akar Houthi memang berkaitan dengan kebangkitan Zaidiyah, tetapi perkembangan gerakan ini menjadikannya aktor politik dan militer sekaligus.

Memahami Houthi hanya sebagai kelompok agama dapat mengabaikan faktor lain seperti perebutan kekuasaan, sejarah politik Yaman, kepentingan regional, hubungan dengan Iran, dan kontrol terhadap wilayah strategis.

Kesimpulan

Houthi adalah gerakan politik, keagamaan, dan militer asal Yaman yang secara resmi dikenal sebagai Ansar Allah. Gerakan ini berakar pada tradisi Zaidiyah di Yaman utara, berkembang melalui konflik dengan pemerintah, dan berubah menjadi salah satu kekuatan bersenjata paling berpengaruh di Yaman.

Kekuatan Houthi terbentuk melalui kombinasi pengalaman tempur, basis lokal, penguasaan wilayah, persenjataan rudal dan drone, serta dukungan eksternal terutama dari Iran. Perannya kemudian meluas dari konflik domestik Yaman ke persoalan keamanan Laut Merah dan Bab el-Mandeb.

Karena itu, ketika membahas siapa itu Houthi, penting untuk melihatnya bukan hanya sebagai kelompok pemberontak di Yaman, tetapi sebagai aktor yang berada di persimpangan konflik domestik, persaingan geopolitik Timur Tengah, dan keamanan perdagangan internasional.

FAQ tentang Houthi

Houthi adalah kelompok apa?

Houthi adalah gerakan politik, keagamaan, dan militer di Yaman yang secara resmi dikenal sebagai Ansar Allah dan memiliki akar pada tradisi Zaidiyah.

Siapa pemimpin Houthi?

Pemimpin utama Houthi adalah Abdul Malik al-Houthi, yang memimpin gerakan tersebut setelah kematian saudaranya, Hussein al-Houthi, pada 2004.

Apakah Houthi berasal dari Iran?

Tidak. Houthi berasal dari Yaman, terutama dari wilayah utara. Namun, Iran memberikan dukungan kepada Houthi dalam berbagai bentuk, termasuk persenjataan, pelatihan, intelijen, dan bantuan teknis.

Apakah Houthi termasuk Syiah?

Houthi berakar pada Zaidiyah, sebuah tradisi Syiah yang berkembang di Yaman. Zaidiyah memiliki sejumlah perbedaan teologis dengan Syiah Dua Belas Imam yang dominan di Iran.

Mengapa Houthi penting bagi perdagangan dunia?

Houthi memiliki kemampuan untuk mengancam pelayaran di Laut Merah dan kawasan Bab el-Mandeb. Gangguan di jalur tersebut dapat memengaruhi rute kapal, biaya transportasi, waktu pengiriman, dan keamanan perdagangan internasional.

Apakah informasi tentang kekuatan Houthi dapat berubah?

Ya. Komposisi pasukan, wilayah penguasaan, persenjataan, hubungan politik, dan kondisi konflik Yaman dapat berubah. Untuk perkembangan terbaru, pembaca sebaiknya memeriksa laporan dari lembaga internasional dan sumber berita kredibel.