Jelang Imlek di Klenteng Boen Tek Bio Kota Tangerang

Jelang Imlek di Klenteng Boen Tek Bio Kota Tangerang
Vihara Boen Tek Bio di Kota Tangerang. Foto Supriyadi Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com, — Jelang perayaan Tahun baru Imlek 1 Cia Gwee 2570, Klenteng Boen Tek Bio Pasar Lama Kota Tangerang terus dihadiri para jemaat umat tionghoa untuk melangsungkan peribadatan sembahyang jelang Hari Raya Imlek.

“Jakarta, Bogor, Bandung juga, banyak dari luar daerah,” kata Hermanto selaku petugas informasi Boen Tek Bio saat dikunjungi oleh Pelitabanten.com, pada Jum’at (01/02/19) sore.

Jelang Imlek di Klenteng Boen Tek Bio Kota Tangerang
Jamaat Vihara Boen Tek Bio Saat peribadatan sembahyang jelang Hari Raya Imlek. Foto Supriyadi Pelitabanten.com

Sejarah dan Arti Nama Boen Tek Bio

Vihara Boen Tek Bio yang berdiri sejak Tahun 1684 ini, diketahui sebagai Klenteng sejarah tertua yang dibangun oleh seorang tuan tanah (kapitan) di tengah area pusat ekonomi Pasar Lama, yang bertempat di Jalan Bhakti No. 14 Sukasari Kota Tangerang, juga terus dihadiri oleh umat tionghoa dari berbagai daerah.

Seperti diketahui, “Boen” memiliki arti intelektual, “Tek” yang berarti kebajikan, sementara “Bio” berarti tempat ibadah.

“Berarti Boen Tek Bio tempat bagi umat manusia untuk menjadi insan yang penuh kebajikan dan intelektual,” ucap Hermanto.

Pada perayaan imlek yang akan jatuh pada 5 Februari 2019 mendatang, dirinya mengatakan tidak ada persiapan khusus di Boen Tek Bio.

“Tidak ada acara paling hanya sembahyang aja seperti biasa, dan pertunjukan liong (tarian tradisional Cina yang menyerupai Ular Naga -red), Barongsai (tarian tradisional Cina yang menyerupai Singa -red) pada malam imlek,” tukasnya.

Mencoba untuk selalu Melihat, mendengar, dan merasakan segala situasi & kondisi di setiap arah prasa dan hati yang seakan redup dan berpijar.. Layaknya seperti pelita.. Selalu berkarya dan terus bercahaya menerangi lorong gelap setiap jiwa-jiwa yang berharap.. Dari torehan secerca tinta disehelai kertas usang di era digital, ku racik kalimat hidup dari suara-suara makhluk yang bernafas. Mengalir dan berposes melalui filosofi dunia, yang terbentuk menjadi sajian kenikmatan klimaks yang membuka panca indera dan berprosa sesuai nalar, hingga menjadi keutuhan dari akal, bagi kaum yang mau berfikir. SemangArt terussssss We Are d'Little Writter Huda R Alfian (Yudha)