Satu Jam Sebelum Tenggelam, Husein Sempat Minta Dibelikan Buku Agama

Satu Jam Sebelum Tenggelam, Husein Sempat Minta Dibelikan Buku Agama
Nenek Sopiah Tunjukan Foto Almarhum M. Husein Semasa Hidup. Foto Supriyadi Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com — Kepergian Almarhum Muhamad Husein (8) korban tenggelam di sungai cisadane, yang menjadi Viral Karna jasadnya dibopong pamannya yang di tolak diantarkan menggunakan Ambulance Puskesmas Cikokol hanya karna tidak sesuai SOP, menyisahkan duka dan cerita mendalam sang Nenek Sopiah.

Menurut Nenek Almarhum cucunya tersebut sempat minta dibelikan buku agama Tazwid dan Tuntunan Sholat, permintaan tersebut Kata nenek Sopiah di ucapkan Almarhum Satu jam sebelum dia (korban) pergi bermain bersama teman-temannya.

“Cucu saya sebelum pergi bermain, minta di belikan buku Tajwid dan Tuntunan Sholat. Langsung saya belikan, eh belum ada 1 jam saya dapet kabar kalau dia (M Husain,red) tenggelam di sungai cisadane waktu bermain dibantaran sungai,” kata Nenek Sopiah, saat Pelitabanten.com berkunjung kerumah duka untuk menyampaikan rasa duka dan mendoakan Husein. Senin (26/8/2019) Petang.

Lebih jauh Nenek Sopiah menuturkan bahwa Almarhum cucu kesayangannya tersebut jika bermain tidak pernah jauh dari rumah, hanya di komplek perumahan yang jaraknya tidak jauh dari kediaman mereka.

“Biasanya Almarhum Husein, bermainnya cuma di deket rumah, paling enggak di lapangan Komplek BMR doang,” kenang Nenek Sopiah.

Pergi bermainnya Almarhum Husein kebantaran Sungai Cisadane tidak pernah di duga keluarga karna jarak dari rumah tinggal korban dengan sungai cisadane cukup jauh sekira 1 kilo meter.

“Takdir berkata lain, mohon doanya agar almarhum cucu saya diampuni segala dosanya, dan tenang di surga.. Aamiin,” tutup Nenek Sopiah.

Mencoba untuk selalu Melihat, mendengar, dan merasakan segala situasi & kondisi di setiap arah prasa dan hati yang seakan redup dan berpijar.. Layaknya seperti pelita.. Selalu berkarya dan terus bercahaya menerangi lorong gelap setiap jiwa-jiwa yang berharap.. Dari torehan secerca tinta disehelai kertas usang di era digital, ku racik kalimat hidup dari suara-suara makhluk yang bernafas. Mengalir dan berposes melalui filosofi dunia, yang terbentuk menjadi sajian kenikmatan klimaks yang membuka panca indera dan berprosa sesuai nalar, hingga menjadi keutuhan dari akal, bagi kaum yang mau berfikir. SemangArt terussssss We Are d'Little Writter Huda R Alfian (Yudha)