News Pemkot Serang Berhentikan Sementara Operasi Ojek Online

Pemkot Serang Berhentikan Sementara Operasi Ojek Online

Pemkot Serang Berhentikan Sementara Operasi Ojek Online
Ratusan orang yang mengatasnamakan Paguyuban Pengemudi Ojek Pangkalan Provinsi Banten, berunjuk rasa di depan kantor Wali Kota Serang. Senin (13/11/2017)

SERANG, Pelitabanten.com – Ratusan orang yang mengatasnamakan Paguyuban Pengemudi Provinsi , berunjuk rasa di depan kantor Wali Kota Serang. Senin (13/11/2017)

Para pengunjukrasa menilai adanya berbasis aplikasi  berdampak terhadap berkurangnya minat penggunaan ojek konvensional (ojek pangkalan).

Menurut koordinator lapangan Amrul, dengan adanya ojek online ini terkesan menenggelamkan keberadaan ojek konvensional (ojek pangkalan).

“Dengan adanya ojek online, ojek konvensional ( ojek pangkalan ) merasa dirugikan dengan kondisi tersebut, dan ini sangat berdampak besar terhadap pendapatan para pekerja ojek konvensional”, tandas Amrul.

Tuntutan pengunjukrasa ada tiga hal, ojek online tidak memiliki izin operasional di wilayah Kota Serang, ojek online diduga melanggar aturan perundangan-undangan yang berlaku, meminta dan mendesak kepada Pemerintah Kota Serang mengambil langkah tegas dengan mengambil sikap untuk segera menutup operasional ojek online.

Menanggapi unjuk rasa tersebut, pemerintah Kota Serang akhirnya memberhentikan sementara ojek online di Kota Serang. Permintaan ini disampaikan sampai ada hasil kesepakatan bersama antara pemerintah kota, ojek pangkalan dan ojek online.

Baca Juga:  Kerumunan Warga Pemohon Bantuan UMKM di Kota Tangerang Tuai Kritikan

“Sebelum duduk bersama, jangan dulu ada aktivitas. Begitu (instruksi) dari ,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Serang Mujimi kepada wartawan

Mujimi mengatakan, antara Pemkot, pihak ojek online dan konvensional dijadwalkan akan melakukan kesepakatan bersama pada hari Rabu (15/11) besok. Sebelum itu, mulai dari hari ini permintaan agar ojek online tidak beroperasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti adanya gangguan keamanan dan ketertiban.

“Sebelum ada kesepatakan bersama, karena ini menyangkut ketertiban dan keamanan saja,” katanya.