Insiden Pecah Kaca, Sekjen KNPI Tangsel: Wakil Wali Kota Harusnya Punya Etika dan Tidak Arogan

Insiden Pecah Kaca, Sekjen KNPI Tangsel: Wakil Wali Kota Harusnya Punya Etika dan Tidak Arogan
Petugas sedang membersihkan serpihan kaca pecah di ujung ruang Balai Kota Tangerang Selatan oleh sejumlah warga pada hari Jumat (25/8/2017)

, Pelitabanten.com – Tragedi pengerusakan pecah kaca pintu masuk di ujung ruang Balaikota Tangerang Selatan pada Jumat (25/8/2017) oleh sejumlah warga yang ingin berdialog dan bertemu dengan Wali Kota Airin Rachmi Diany atau Wakil Wali Kota Benyamin Davnie, menjadi perhatian serius bagi Selatan.

Hasil diskusi DPD bersama beberapa elemen Tangerang Selatan, dengan tema ‘Mengkaji Tragedi Pecah Kaca di Puspem Tangsel’, di Sekretariat DPD KNPI Tangsel pada Sabtu, 26 Agustus 2017 mengeluarkan beberapa point, salah satunya adalah akan menunggu itikad baik dari pemerintah untuk meminta maaf kepada warga Tangsel.

“Menunggu permintaan maaf Wakil Wali kepada warga, atas sikap arogannya yg mengakibatkan terjadinya insiden “kaca pecah” di balai kota Tangsel dan menyelesaikan kasus ini dengan segera”, kata Sigit Sungkono, Sekretaris DPD KNPI Kota Tangerang Selatan, Minggu (27/8/2017)

Menurutnya, Sikap Benyamin Davnie yang tidak mau menemui warga Tangsel sebagai sikap yang arogan.

“Pak Wakil Wali Kota Harusnya Punya Etika dan Tidak Arogan. Kami akan membentuk Masyarakat Tangsel untuk Menggugat yang terlalu arogan karena tidak mau menemui sekaligus pelaku sejarah berdirinya Kota Tangsel” jelas Sigit Sungkono

Jika tuntutan dari warga Tangsel tidak terpenuhi, DPD KNPI Tangsel berjanji akan melakukan dalam bentuk pengumpulan koin untuk mengganti kaca pecah di Balai Kota Tangsel

Tidak hanya itu, Sigit mengatakan, jika Wakil Wali Kota Tangsel tidak mendengarkan aspirasi masyarakat, maka akan ada aksi lebih besar yang akan kami lakukan untuk memakzulkan Benjamin Davnie sebagai Wakil Wali Kota Tangsel.

“Beberapa point ini menjadi langkah awal masyarakat Tangsel untuk bersatu agar tetap kritis pada pemerintah kota dalam segala hal”, tutup Sigit Sungkono