Anak Dibawah Umur Diperkosa, Penjual Tahu Dibekuk Polresta Tangerang

KABUPATEN ,Pelitabanten.com – Pria berinisial AS (37) yang berprofesi sebagai penjual tahu ini diringkus jajaran Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Tangerang Polda , lantaran telah melakukan terhadap anak di bawah umur pada Jumat (29/1/2021).

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro menerangkan, peristiwa kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur itu terjadi di wilayah , Kabupaten Tangerang, yang berusia 14 tahun sehari-hari membantu tersangka berjualan tahu.

“Tersangka dan korban saling kenal, artinya pelaku kekerasan seksual pemerkosaan adalah orang dekat korban,” kata Wahyu di Mapolresta Tangerang, Senin (08/03/2021).

Wahyu mengatakan, peristiwa itu bermula saat tersangka meminta tolong kepada korban untuk dipijat, usai dipijat, tersangka kemudian memerkosa korban, korban berusaha melakukan perlawanan, namun tersangka mengancam korban.

Selang beberapa hari korban menceritakan peristiwa itu kepada kakak korban, didampingi sang kakak, korban pun melaporkan peristiwa itu ke Polsek Panongan, tim gabungan dari Polsek Panongan dan Unit PPA Satreskrim Polresta Tangerang kemudian melakukan penyelidikan hingga menangkap pelaku.

Baca Juga:  Polisi Bantu Pemakaman, 1 Pasien PDP yang Meninggal

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Perlindungan Anak dan terancam hukuman 15 tahun penjara,” ujarnya.

Wahyu menjelaskan, korban saat ini dalam pendampingan tim Unit PPA Satreskrim Polresta Tangerang, pada kesempatan itu, Wahyu mengingatkan masyarakat untuk senantiasa waspada dalam menjaga anak.

Wahyu juga mengingatkan orang-orang yang dekat dengan anak dan harusnya melindungi anak namun malah menjadi pelaku kekerasan, dapat dijerat sanksi berat karena hukuman atasnya dapat ditambah sepertiga.

“Mari jaga anak-anak kita. Jaga mereka agar tumbuh dewasa menggapai segala cita-cita,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi yang turut hadir di Polresta Tangerang menyebut, kasus yang terjadi membuktikan kekerasan terhadap anak masih terus mengincar.

Oleh karena itu, kata dia, harus upaya-upaya penanganan dan penindakan. Kata dia, penegakkan hukum sangat penting namun upaya preventif atau pencegahannya terutama dari keluarga atau orang terdekat dan masyarakat tidak kalah penting, Sebab kekerasan terhadap anak justru kadang dilakukan oleh orang terdekat.

Baca Juga:  Kemenpan-RB Lakukan Study Kelayakan Peningkatan Tipologi Polda Banten

“Masyarakat juga harus berani melapor jika melihat kekerasan terhadap anak, kami akan terus mendorong pemerintah untuk menambah kasi perlindungan anak pada tingkat RT,” pungkasnya.