
LEBAK, Pelitabanten.com– Respons cepat ditunjukkan jajaran Tim Gerak Cepat (TGC) Puskesmas Panggarangan dalam menyikapi insiden kebakaran limbah kayu bekas pabrik triplek yang terjadi di kawasan Kabasen, Kampung Sukasari, Desa Sukajadi, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak.
Atas instruksi langsung Kepala Puskesmas Panggarangan, Mamat Zaeni Ismatullah, S.KM., S.Kep., personel TGC yang dipimpin Encep Suprayoga segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemantauan, kesiapsiagaan pelayanan kesehatan, serta mengantisipasi kemungkinan adanya korban akibat kebakaran tersebut.
Peristiwa kebakaran diketahui terjadi pada Senin, 3 Agustus 2026. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lapangan, api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh para pencari kayu bakar di sekitar tumpukan limbah kayu. Kondisi material yang mudah terbakar menyebabkan kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan tumpukan kayu limbah.
Hingga Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 05.00 WIB, api dilaporkan masih terlihat berkobar di sejumlah titik. Upaya pemadaman dan pengendalian terus dilakukan secara intensif oleh berbagai unsur yang terlibat.
Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran, personel Polsek Panggarangan, serta masyarakat sekitar bahu-membahu melakukan pemadaman sekaligus berjaga siaga untuk mencegah api merambat ke area lain. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi faktor penting dalam mengendalikan situasi di lokasi kejadian.
Encep Suprayoga, Tim Gerak Cepat Puskesmas Panggarangan tetap bersiaga untuk memberikan pelayanan kesehatan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, sekaligus melakukan pemantauan terhadap potensi gangguan kesehatan akibat paparan asap kebakaran.
Baca Juga: WiFi Rumahan Dinilai Lebih Menguntungkan Dibanding WiFi Voucheran, Wifi Dukodu Solusinya
Berdasarkan hasil pemantauan sementara, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Selain itu, kobaran api juga tidak sampai menjalar ke permukiman warga, sehingga tidak ada rumah penduduk yang mengalami kerusakan akibat kebakaran.
“Kami menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di sekitar lokasi yang dipenuhi material mudah terbakar. Masyarakat juga diminta untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan karena berpotensi memicu kebakaran yang dapat mengancam keselamatan jiwa, lingkungan, dan aset masyarakat,” ucapnya.
“Encep juga menampakkan bahwa Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan seluruh unsur, mulai dari tenaga kesehatan, aparat keamanan, petugas pemadam kebakaran, hingga masyarakat merupakan kunci utama dalam meminimalkan dampak bencana serta menjaga keselamatan bersama”, pungkasnya. (MIR)













