Perkuat Budaya Riset Berintegritas, Universitas Faletehan Gelar Webinar Etik Penelitian Bersama InaRec

Peserta Webinar Etik Penelitian Universitas Faletehan Serang
SERANG, Pelita Banten.Com-Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Faletehan bekerja sama dengan InaRec (Indonesia Research Ethics Consultancy) menyelenggarakan Webinar Etik Penelitian pada Rabu, 23 September 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal Universitas Faletehan dalam memperkuat pemahaman dan budaya etik penelitian di kalangan civitas akademika, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menuju Pelatihan Etik Penelitian yang akan dilaksanakan pada 11–12 November 2026.
Webinar yang diikuti oleh civitas akademika Universitas Faletehan serta dari berbagai perguruan tinggi nasional dan insan peneliti ini menghadirkan Harnawan Rizky, S.Si., MOHRE, dari InaRec sebagai narasumber. Kegiatan juga dilengkapi dengan sharing session bersama Ketua Komite Etik Penelitian Universitas Faletehan, Ns. Hj. Eka Ernawati, S.Kep., M.Kep., yang memberikan perspektif mengenai pelaksanaan dan dinamika etik penelitian di lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I Universitas Faletehan, Asst. Prof. Ns. Fatoni, S.Kep., M.Kep., PhD., yang hadir mewakili Rektor Universitas Faletehan, Asst. Prof. Andiko Nugraha Kusuma, S.K.M., M.K.M., PhD. Turut hadir Ketua LPPM Universitas Faletehan, Hj. Ela Nurdiawati, S.K.M., M.K.M., serta jajaran terkait.
Etik Bukan Sekadar Persyaratan Administratif
Ketua Panitia Penyelenggara Webinar dan Pelatihan Etik Penelitian, Hero Wirasmara Kusuma, S.E., M.M., mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang untuk membangun pemahaman bahwa kualitas penelitian tidak hanya ditentukan oleh metodologi dan hasil penelitian, tetapi juga oleh proses penelitian yang menjunjung tinggi prinsip etik.
“Penelitian yang berkualitas bukan hanya penelitian yang metodologinya benar dan menghasilkan publikasi, tetapi juga penelitian yang prosesnya benar, menghormati hak, keselamatan, martabat, serta kepentingan subjek penelitian,” ujar Hero.
Menurut Hero, perkembangan aktivitas penelitian di perguruan tinggi perlu berjalan beriringan dengan penguatan pemahaman terhadap etik penelitian. Etik, kata dia, tidak semestinya dipandang hanya sebagai tahapan administratif sebelum penelitian dilakukan.
“Etik penelitian bukan sekadar persyaratan administratif untuk mendapatkan persetujuan etik. Etik adalah kompas yang membantu peneliti mengambil keputusan yang bertanggung jawab sejak perencanaan, pelaksanaan, hingga publikasi hasil penelitian,” katanya.
Dengan nada ringan, Hero juga mengingatkan bahwa peneliti tidak cukup hanya fokus pada aspek teknis penelitian.
“Kita sering sangat serius membahas sample size, p-value, dan target publikasi. Itu tentu penting. Tetapi jangan sampai satu hal yang tidak kalah penting justru terlupakan: sudah etikkah penelitian kita?” ujarnya.
Universitas Faletehan Dorong Riset yang Berintegritas
Kehadiran unsur pimpinan Universitas Faletehan dalam kegiatan tersebut menunjukkan perhatian institusi terhadap penguatan tata kelola penelitian, termasuk aspek etik dan integritas penelitian.
Wakil Rektor I Universitas Faletehan, Asst. Prof. Ns. Fatoni, S.Kep., M.Kep., PhD., yang hadir mewakili Rektor Universitas Faletehan, Asst. Prof. Andiko Nugraha Kusuma, S.K.M., M.K.M., PhD., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang mempertemukan unsur akademik dengan praktisi dan konsultan etik penelitian.
Sementara itu, Ketua LPPM Universitas Faletehan, Hj. Ela Nurdiawati, S.K.M., M.K.M., menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya LPPM dalam memperkuat ekosistem penelitian di Universitas Faletehan, khususnya dalam aspek kualitas dan integritas pelaksanaan penelitian.
Penguatan etik penelitian menjadi semakin relevan karena penelitian perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga dapat melibatkan manusia sebagai subjek penelitian. Oleh sebab itu, prinsip penghormatan terhadap manusia, perlindungan terhadap subjek penelitian, kerahasiaan data, serta tanggung jawab peneliti menjadi bagian penting yang perlu dipahami dan diterapkan.
Dari Webinar Menuju Pelatihan Intensif
Webinar ini sekaligus menjadi pengantar menuju Pelatihan Etik Penelitian Universitas Faletehan yang akan diselenggarakan pada 11–12 November 2026 oleh LPPM Universitas Faletehan bekerja sama dengan InaRec.
Berbeda dengan webinar yang berfokus pada pemberian wawasan dan pengantar mengenai etik penelitian, pelatihan mendatang akan memberikan ruang pembelajaran yang lebih mendalam dan interaktif. Peserta akan diajak memahami prinsip-prinsip etik penelitian serta mendiskusikan berbagai persoalan dan kasus yang dapat muncul dalam praktik penelitian.
Narasumber webinar, Harnawan Rizky, S.Si., MOHRE, dari InaRec, memberikan wawasan mengenai pentingnya penerapan prinsip etik dalam setiap tahapan penelitian. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi peserta untuk memahami bahwa etik bukan sesuatu yang berdiri di luar proses penelitian, melainkan melekat pada keseluruhan proses penelitian.
Hal senada juga diperkuat melalui sharing session oleh Ketua Komite Etik Penelitian Universitas Faletehan, Ns. Hj. Eka Ernawati, S.Kep., M.Kep., yang memberikan gambaran mengenai peran komite etik dalam memastikan penelitian dilaksanakan sesuai dengan prinsip dan standar etik yang berlaku.
Ketua Panitia Hero Wirasmara Kusuma menambahkan bahwa webinar ini merupakan “pintu masuk” menuju pembelajaran yang lebih komprehensif.
“Kalau webinar hari ini adalah pemanasan, maka pelatihan pada 11–12 November nanti adalah kesempatan untuk masuk lebih jauh, berdiskusi, dan mengasah kemampuan dalam menghadapi berbagai persoalan etik penelitian,” tuturnya.
Ia mengajak para peneliti, dosen, mahasiswa, serta pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan penelitian untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai bagian dari pengembangan kompetensi dan penguatan budaya penelitian yang bertanggung jawab.
“Kami berharap rangkaian kegiatan ini tidak berhenti pada bertambahnya pengetahuan, tetapi berlanjut menjadi perubahan cara pandang dan praktik dalam menjalankan penelitian. Tujuan akhirnya adalah menghadirkan penelitian yang berkualitas, berintegritas, menghormati manusia, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Hero.
Melalui rangkaian Webinar dan Pelatihan Etik Penelitian tersebut, LPPM Universitas Faletehan bersama InaRec berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya lingkungan penelitian yang menjunjung tinggi integritas, tanggung jawab, dan prinsip-prinsip etik.*(Wk)