Perkuat Ketahanan Pangan Daerah, Dr. Nasir Berbagi Strategi di Forum Akademik UIN Jakarta

Dr. Nasir mengulas strategi membangun sistem pangan yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan, pada Jum'at (23/10/2026).
Dr. Nasir mengulas strategi membangun sistem pangan yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan, pada Jum'at (23/10/2026).

JAKARTA, Pelitabanten.com– Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Dr. Nasir, S.P., MBA., M.P., berbagi strategi penguatan ketahanan pangan daerah dalam Stadium General Program Studi Magister Agribisnis (S2) dan Program Studi Agribisnis (S1), Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Forum akademik tersebut dibuka oleh Prof. Dr. La Ode Sumarlin, M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam paparannya yang bertajuk “Potensi Provinsi Banten sebagai Lumbung Pangan Nasional”, Dr. Nasir mengulas strategi membangun sistem pangan yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan. Paparan tersebut menyoroti potensi produksi pangan daerah, penguatan distribusi, stabilisasi pasokan dan harga, pengawasan pangan, serta pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat kemandirian pangan.

Dr. Nasir menjelaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga mencakup keterjangkauan harga, daya beli masyarakat, kelancaran distribusi, serta pemanfaatan pangan yang aman dan bergizi. Karena itu, pemerintah memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem pangan dari hulu hingga hilir.

“Ketahanan pangan harus dibangun melalui sistem yang terintegrasi. Pemerintah tidak hanya mendorong peningkatan produksi, tetapi juga memastikan distribusi berjalan lancar, pasokan dan harga terkendali, serta masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang aman, bergizi, dan terjangkau,” ujarnya.

Menurutnya, optimalisasi potensi pangan lokal Provinsi Banten memerlukan sinergi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat. Peran pemerintah mencakup penguatan produksi, pemantauan harga, kelancaran distribusi, stabilisasi pasokan, hingga pengawasan peredaran pangan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Baca Juga: Bersama Menag RI, Wali Kota Benyamin Buka Ajang Final OASE PTKI 2023

Selain penguatan sistem pangan secara menyeluruh, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten juga mendorong penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal melalui pemanfaatan lahan pekarangan, termasuk di lingkungan pondok pesantren dan kelompok masyarakat.

Melalui program Pemanfaatan Lahan Pekarangan Berbasis Sumber Daya Lokal, lahan pekarangan, lahan tidur, dan lahan kosong yang belum produktif didorong menjadi sumber pangan yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomi. Upaya ini diarahkan untuk menambah ketersediaan pangan keluarga, mendukung konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA), serta meningkatkan kemandirian pangan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi.

“Pekarangan bukan sekadar ruang kosong, tetapi memiliki potensi untuk menjadi sumber pangan apabila dikelola dengan baik. Kita ingin masyarakat semakin mampu memanfaatkan sumber daya di sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi,” imbuhnya.

Penguatan ketahanan pangan keluarga juga dilakukan melalui pengembangan budidaya ayam petelur. Upaya ini ditujukan untuk mendukung ketersediaan telur sebagai sumber protein hewani, memperkuat pemenuhan gizi keluarga, serta membuka peluang usaha produktif bagi masyarakat.

Pengembangan budidaya tersebut didukung dengan sarana pemeliharaan, meliputi ayam petelur siap produksi, kandang, pakan, serta kebutuhan kesehatan ternak. Dengan pengelolaan yang baik, budidaya ayam petelur diharapkan dapat mendukung ketersediaan telur secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha pangan.

“Ketahanan pangan perlu dibangun mulai dari lingkungan keluarga. Pemanfaatan pekarangan dan budidaya ayam petelur merupakan contoh upaya yang dapat mendekatkan sumber pangan kepada masyarakat. Dengan begitu, ketahanan pangan tidak hanya menjadi urusan pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama,” jelasnya.

Baca Juga: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Akan Buat Kampus di Solear Kabupaten Tangerang, Senator Banten pun Mendukung

Pada kesempatan tersebut, Dr. Nasir juga mengajak mahasiswa untuk mengambil peran aktif dalam menjawab tantangan ketahanan pangan. Menurutnya, mahasiswa, khususnya dari bidang agribisnis, memiliki peluang besar untuk menghadirkan inovasi melalui penelitian, pemanfaatan teknologi, pengembangan kewirausahaan, dan pendampingan masyarakat.

“Saya mengajak mahasiswa untuk tidak hanya mempelajari persoalan pangan secara akademis, tetapi juga menghadirkan gagasan dan inovasi yang dapat diterapkan di masyarakat. Potensi pangan lokal perlu dikembangkan melalui ilmu pengetahuan, teknologi, dan kolaborasi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi merupakan mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan solusi berbasis penelitian dan inovasi. Sinergi antara pemerintah dan kalangan akademisi diharapkan mampu melahirkan pendekatan baru dalam pengembangan agribisnis, peningkatan nilai tambah produk pangan lokal, serta penguatan kemandirian pangan masyarakat.

Melalui forum akademik ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami tantangan ketahanan pangan sekaligus terdorong untuk berkontribusi dalam pengembangan potensi pangan lokal. Keterlibatan generasi muda menjadi penting untuk menghadirkan inovasi dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta dinamika pembangunan daerah.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten terus mendorong penguatan sistem pangan melalui optimalisasi potensi lokal, stabilisasi pasokan dan harga, pengawasan pangan, serta pemberdayaan masyarakat dalam membangun kemandirian pangan keluarga. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah memperkuat ketahanan pangan Provinsi Banten yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan. (MIR)