Di Prank, Rencana Inventarisasi Laptop Belum Terwujud, Pihak THC melalui Samson Tonny Disorot PT ASA

Bung Yos mengecam tindakan Samson Tonny yang Ngeprank dan Melakukan Perbuatan-perbuatan Tidak Menyenangkan, Pada Jum'at (23/10/2026).
Bung Yos mengecam tindakan Samson Tonny yang Ngeprank dan Melakukan Perbuatan-perbuatan Tidak Menyenangkan, Pada Jum'at (23/10/2026).

LEBAK, Pelitabanten.com– Rencana inventarisasi laptop merek Lenovo untuk mendukung kebutuhan pengelolaan data dan penginputan sistem WiFi Dukodu di PT Aira Sagara Abadi (ASA) menjadi sorotan. Pasalnya, hingga Jumat (23/10/2026), laptop yang sebelumnya diinformasikan akan dikirim melalui paket tersebut belum diterima oleh pihak perusahaan.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak PT ASA, persoalan ini bermula ketika Samson Tonny, yang disebut mewakili pihak THC, menghubungi perusahaan terkait rencana inventarisasi laptop Lenovo yang akan digunakan untuk menunjang kebutuhan operasional sistem WiFi Dukodu.

Pada Kamis (15/10/2026), Samson Tonny disebut meminta alamat pengiriman dan menyampaikan perkiraan waktu pengiriman barang sekitar dua hingga tiga hari melalui jasa paket.

“Perkiraan Senin (19/10) akan dikirim dan rencana estimasi dua sampai tiga hari,” ujar Samson Tonny sebagaimana dikutip dalam komunikasi tersebut.

Namun, hingga Jumat (23/10/2026), laptop yang dimaksud belum diterima oleh PT ASA. Pihak perusahaan juga menyebut belum memperoleh penjelasan yang dinilai memadai mengenai keterlambatan pengiriman tersebut.

Direktur PT ASA, Bung Yos, menyampaikan bahwa rencana inventarisasi semestinya menjadi bagian dari proses pendataan aset yang dilakukan secara jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: Pabrik Ratu Bilqis Hadir untuk Masyarakat, Berbagi dan Dukung Ekonomi Warga melalui Usaha Sawit

Menurutnya, komunikasi mengenai rencana pengiriman barang perlu disertai kepastian tindak lanjut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di antara pihak-pihak yang terlibat.

“Komunikasi yang disampaikan seolah-olah seperti nge-prank dan menimbulkan berbagai spekulasi. Jika ada alasan yang rasional dan disampaikan secara terbuka, tentu kemungkinan dapat diterima dengan baik,” ujar Bung Yos.

Ia berharap pihak THC melalui Samson Tonny dapat memberikan klarifikasi mengenai status pengiriman laptop tersebut, termasuk kendala yang menyebabkan barang belum diterima oleh PT ASA.

Kejelasan informasi dinilai penting agar persoalan ini tidak berkembang menjadi kesalahpahaman yang berkepanjangan. Terlebih, laptop tersebut direncanakan untuk menunjang kebutuhan pengelolaan data dan proses penginputan sistem WiFi Dukodu.

Hingga berita ini disusun, klarifikasi lebih lanjut dari pihak THC maupun Samson Tonny mengenai alasan keterlambatan pengiriman tersebut masih diperlukan. Dengan demikian, persoalan ini diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka dan profesional. (MIR)