Seminar Bersama Bonnie Triyana DPR RI, Kampus Diminta Responsif terhadap Persoalan Masyarakat

Seminar bersama Bonnie Triyana Komisi X DPR RI membangun optimalisasi perguruan tinggi sebagai pusat solusi berkelanjutan pada Selasa (29/09/2026).
Seminar bersama Bonnie Triyana Komisi X DPR RI membangun optimalisasi perguruan tinggi sebagai pusat solusi berkelanjutan pada Selasa (29/09/2026).

PANDEGLANG, Pelitabanten.com— Perguruan tinggi didorong untuk memperkuat perannya sebagai pusat pengetahuan, inovasi, dan solusi berkelanjutan bagi masyarakat. Hal tersebut menjadi fokus dalam Seminar “Optimalisasi Perguruan Tinggi sebagai Pusat Solusi Berkelanjutan” yang menghadirkan sejumlah akademisi dan pemangku kepentingan.

Seminar tersebut dihadiri Bonnie Triyana, Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PDI Perjuangan Dapil Banten I, Profesor Suwaib Amiruddin selaku akademisi Banten, Dr. Nasir, M.P. selaku Ketua STISIP Banten Raya, serta Dr. Asep Muslim, M.Si Wakil Ketua I STISIP Banten Raya.

Forum tersebut membahas pentingnya penguatan peran perguruan tinggi sebagai katalis inovasi lokal yang mampu merespons berbagai kebutuhan dan persoalan masyarakat.

Bonnie Triyana mengatakan, perguruan tinggi memiliki tiga pilar utama, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Ketiganya, menurut dia, perlu terus diselaraskan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

“Pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat harus relevansi dengan kebutuhan zaman. Persoalan di tengah masyarakat harus menjadi solusi dan ilmu pengetahuan yang baru dan menjadi inovasi yang harus dimiliki,” ujar Bonnie.

Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat seharusnya tidak hanya dipandang sebagai permasalahan, tetapi juga dapat menjadi objek kajian dan ruang bagi perguruan tinggi untuk menghasilkan pengetahuan baru.

Baca Juga: ORMAWA dan UKM STISIP Banten Raya Berbagi Takjil Gratis dan Gelar Buka Puasa Bersama Mahasiswa

“Persoalan-persoalan itu akan menjadi laboratorium ilmu pengetahuan untuk menjawab dalam menguatkan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Ia menilai, kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai sektor lainnya menjadi penting agar hasil penelitian dan inovasi kampus dapat memberikan dampak nyata.

Sementara itu, Profesor Suwaib Amiruddin menjelaskan bahwa optimalisasi peran perguruan tinggi harus berjalan seiring dengan perubahan yang terjadi di masyarakat.

Menurutnya, perguruan tinggi perlu memiliki kemampuan membaca dinamika sosial sehingga program pendidikan, penelitian, maupun pengabdian yang dilakukan tidak berjalan sendiri, tetapi memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

“Optimalisasi harus diselaraskan dengan perubahan yang sesuai dengan masyarakat,” jelas Suwaib.

Ia menekankan bahwa perubahan sosial yang berlangsung cepat membutuhkan respons dari perguruan tinggi melalui penguatan kapasitas akademik, penelitian, dan inovasi yang relevan dengan kondisi di lapangan.

Baca Juga: HIKMAHBUDHI Selenggarakan Seminar Literasi Digital, Simak Sasarannya?

Seminar tersebut menjadi ruang untuk memperkuat gagasan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses pendidikan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam melahirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Dengan memperkuat keterhubungan antara pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kebutuhan lokal, perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi penggerak inovasi yang memberikan manfaat langsung serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan. (MIR)