Menumbuhkan Kreatifitas dalam Mendorong Kehidupan Sosial Ekonomi di Desa Kujangsari

Menumbuhkan Kreatifitas dalam Mendorong Kehidupan Sosial Ekonomi di Desa Kujangsari
Fachruddin Perdana, S.Gz., M.Si, selaku Dosen Program Studi Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sultan Ageng Tirayasa.

Oleh:
Fachruddin Perdana, S.Gz., M.Si
Dosen Program Studi Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sultan Ageng Tirayasa
(Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok 51 KKM Tematik UNTIRTA 2022)

SERANG, Pelitabanten.com– Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Tahun 2022 mengusung tema “Menumbuhkan Kreatifitas dalam Mendorong Kehidupan Sosial Ekonomi di Daerah”. Bidang yang akan dijalankan meliputi kesehatan, sosial , pendidikan, pertanian, teknologi, dan sarana prasarana. Adapun tujuan dijalankannya KKM Tematik yaitu memenuhi salah satu tugas dan tanggung jawab sebagai mahasiswa untuk pengabdian kepada masyarakat, melatih kepekaan mahasiswa terhadap permasahalahan yang dihadapi masyarakat, menambah pengalaman belajar dalam kehidupan masyarakat, mendewasakan kepribadian dan memperluas wawasan mahasiswa, serta memberdayakan masyarakat melalui berbagai aspek pembangunan sebagai suatu upaya mencapai kesejahteraan. Lokasi kegiatan kuliah kerja mahasiswa kelompok 51 yaitu di Desa Kujangari. Desa Kujangsari merupakan salah satu desa di Kecamatan Cileles, Provinsi Banten. Desa Kujangsari memiliki luas wilayah 15,72 Ha serta terdiri dari 5 dusun yaitu Buyut, Tajur, Cikole, Ciunek dan Parungkujang. Dalam hal sosial ekonomi, Desa Kujangsari memiliki jumlah penduduk 3.938 jiwa dengan mata pencaharian terbanyak sebagai buruh tani dan petani. Adapun angka di desa Kujangasari tergolong banyak yaitu mencapai angka status pekerjaan tertinggi kedua dari data mata pencaharian masyarakat Kujangsari. Tercatat KK miskin di desa Kujangsari memiliki angka tertinggi. Selain itu, untuk pendidikan terakhir di Desa Kujangsari berdasarkan data desa dapat diketahui bahwa pendidikan terakhir rata-rata masyarakat desa kujangsari yaitu tamatan Sekolah Dasar dan tidak tamat Sekolah Dasar. Desa Kujangsari memiliki berbagai sarana dan prasarana yang tergolong lebih lengkap dibanding dengan desa lainnya di kecamatan tersebut. Namun, terdapat beberapa permasalahan dari kurangnya sarana prasarana di Desa Kujangsari diantaranya penerangan jalan yang sangat minim, sistem sanitasi yang masih kurang baik dari ketersediaan air bersih dan penggunaan kloset ditingkat tangga. Adapun permasalahan lain yang terdapat di desa ini yang angkanya masih tergolong tinggi yaitu masalah kesehatan. Masalah kesehatan yang masih kurang mendapatkan perhatian di Kabupaten Lebak termasuk desa ini yaitu masalah stunting pada bayi dan balita.

Dalam pelaksanaan KKM banyak hal yang dapat dilakukan oleh mahasiswa dan tidak lepas dari bimbingan dosen dalam mengimplementasikan nilai-nilai dan ilmu pengetahuan yang telah didapat pada saat perkuliahan berlangsung, terutama adanya pandemi Covid-19 yang terjadi di . Mahasiswa dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dirinya melalui berperan aktif secara langsung dalam melakukan upaya membantu masyarakat untuk pembangunan daerah yang lebih baik. Hal tersebut dilakukan dengan cara meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat sekitar sehingga masyarakat lebih menyadari untuk melakukan pembangunan daerah guna memajukan daerahnya masing-masing. Kegiatan tersebut salah satunya melalui program KKM Tematik yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa kerjasama dengan instansi pemerintah setempat dan juga melibatkan mahasiswa serta dosen sebagai pembimbing lapangannya.
Pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik tahun 2022 ini dilakasanakan pada 12 Januari – 11 Februari 2022 dan diprakarsai oleh Fachruddin Perdana, S.Gz., M.Si. sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan dua puluh satu orang mahasiswa sebagai anggota. Rancangan trobosan pada KKM kali ini digagaskan tiga program utama berupa Seminar Kesehatan, Pemasangan PJUTS dan Taman Baca Masyarakat. Dimana Seminar Kesehatan ini untuk memperingati Hari Gizi Nasional dengan mengusung tema “Bersama Cegah Stunting: Edukasi Gizi dan Pola Hidup Bersih dan Sehat” sebagai bentuk mensosialisasikan pentingnya pencegahan stunting melalui edukasi gizi dan pola hidup bersih dan sehat yang disampaikan oleh ahli gizi dan anggota kelompok 51. Pada pemasangan PJUTS kelompok KKM 51 memasang 2 titik yaitu di Kampung Buyut dan Kampung Kadu Beruk. PJUTS ini tidak hanya untuk membuat sarana dan prasarana, tetapi untuk mengedukasi sekaligus memperkenalkan energi terbaharukan yaitu energi matahari. Pada PJUTS ini berguna untuk menerangi sekitar jalan desa Kampung Buyut dan Kampung Kadu Beruk. Taman Baca Masyarakat berfungsi untuk meningkatkan dan mengembangkan minat baca pada masyarakat dan anak-anak khususnya di Desa Kujangsari.

Saat bersama para Tokoh di Desa Kujangsari, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak.
Saat bersama para Tokoh di Desa Kujangsari, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak.

Pada Kuliah Kerja Mahasiswa Tematik Untirta 51 dilakukan beberapa tahapan, diantaranya diskusi internal, kegiatan offline, publikasi online, dan pembuatan produk. Kegiatan diskusi dilakukan secara offline bersama kepala desa, sekretaris desa, BPD serta jajarannya. Diskusi dimulai dengan menjelaskan beberapa program kerja yang akan dilakukan selama 1 bulan penuh di Desa Kujangsari. Selain itu Dosen Pembimbing Lapangan memberikan arahan mengenai program kerja yang telah dibuat. Dalam beberapa bidang yang akan dilaksanakan, kami mengkomunikasikan dengan pihak desa Kujangsari agar kegiatan berjalan dengan lancar. Kegiatan offline merupakan kegiatan secara langsung dimana dilakukan semua mahasiswa sudah merancang kegiatan positif sesuai program pendukung, masing-masing dengan target masyarakat umum dengan cara terjun langsung ke lapangan untuk memastikan penyebaran informasi dan kegiatan KKM dapat dirasakan dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh Desa Kujangsari dan secara langsung diterapkan oleh masyarakat.

Publikasi online merupakan kegiatan secara online dimana membuat sebuah konten digital yang akan dikolektif dalam satu akun sosial dan dipublikasikan untuk masyarakat umum. Media yang digunakan antara lain Instagram dan yang di lampirkan kegiatan full selama 1 bulan melaksanakan program Kuliah Kerja Mahasiswa di Desa Kujangsari. Pembuatan produk bagian dari kegiatan offline, merupakan kegiatan pengembangan kreativitas yang menghasilkan output berupa produk original dari anggota kelompok. Produk yang dihasilkan berupa yaitu salah satunya Penerangan Jalan Umum. Seperti yang diketahui di Desa Kujangsari minim akan penerangan. Jadi salah satu program kerja yaitu Pembuatan Penerangan Jalan Umum. Program kerja tersebut disetujui oleh Kepala Desa serta jajarannya. Selain itu dalam bidang ekonomi yaitu UMKM, dalam pembuatan keripik pisang memanfaatkan sumber daya alam, lalu diolah menjadi produk yang menghasilkan dan dapat memberikan efek bagi ekonomi di desa Kujangsari.

Beberapa kegiatan KKM utama yang dilaksanakan yaitu seminar kesehatan, penerangan jalan umum, dan taman baca masyarakat. Kegiatan seminar kesehatan merupakan kegiatan sosialisasi mengenai pentingnya pencegahan stunting melalui edukasi gizi dan pola hidup bersih dan sehat yang disampaikan oleh ahli gizi dan anggota kelompok 51. Sasaran program ini ditujukan kepada kader-kader kesehatan dan ibu-ibu Desa Kujangsari karena masalah stunting sangat erat hubungannya dengan pola hidup seorang Ibu dan kader kesehatan merupakan orang yang paling penting mengetahui pencegahan stunting agar masyarakat dapat menjaga gizi dengan baik. Hasil yang diperoleh yaitu meningkatnya pengetahuan dan kesadaran bersama akan pentingnya mencegah stunting dengan gizi dan PHBS. Kegiatan selanjutnya yaitu penerangan jalan umum. Kegiatan ini merupakan kegiatan pembuatan dan pemasangan PJUTS untuk penerangan jalan di Desa Kujangsari sekaligus mengedukasi warga terkait energi terbaharukan yaitu energi matahari. Tujuan diadakan kegiatan penerangan jalan umum yaitu memberikan sarana dan prasarana serta mengedukasi warga khususnya Kampung Buyut dan Kampung Kadu Beruk untuk menerangi jalan umum serta kesadaran warga dari energi terbaharukan. Kegiatan lain yang dilakukan yaitu taman baca masyarakat. Kegiatan ini merupakan kegiatan untuk meningkatkan minat baca masyarakat di desa Kujangsari terhadap buku bacaan. Selain itu, mempererat hubungan dengan mengadakan berbagai jenis perlombaan untuk meningkatkan kreatifitas anak-anak pada desa Kujangsari.

Selain kegiatan utama tersebut, kegiatan pendukung juga dilaksanakan untuk menyempurnakan KKM yang dilakukan. Adapun kegiatan pendukung yang telah dilakukan dalam bidang sosial ekonomi dan masyarakat yaitu yang pertama gotong royong. Kegiatan ini merupakan kegiatan gotong-royong bersama masyarakat untuk membersihkan lingkungan sekaligus pemasangan lampu penerangan jalan di Kampung Kadu Beruk dan Kampung Buyut. Tujuan diadakan gotong royong yaitu pendekatan dengan warga, pemasangan PJU, dan membersihkan lingkungan sekitar. Kegiatan lain yang dilakukan yaitu pengembangan UMKM. Kegiatan yang dilakukan yaitu pelatihan pembuatan olahan keripik pisang rasa cokelat bersama salah satu masyarakat sebgai saran peluang bisnis dan kreatifitas bisnis masyarakat Kp. Buyut Kujangsari, Kecamatan Cileles, Kab. Lebak. Harapan diadakan kegiatan ini yaitu meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai UMKM.

Dalam bidang kesehatan dilakukan kegiatan pembuatan video cuci tangan dengan benar, pemberian poster, pemberian masker, senam, vaksinasi door to door, dan pendataan vaksinasi masyarakat Kujangsari. Pembuatan video cuci tangan dengan benar dilakukan dengan cara Anggota KKM membuat video tutorial mencuci tangan yang baik dan benar, kemudian video tersebut akan ditampilkan pada saat seminar kesehatan. Pemberian poster dilakukan kegiatan pemasangan poster mengenai penggunaan toilet untuk BAB dan mengenai pola hidup bersih dan sehat. Poster dipasang di Puskesmas, Posyandu dan Kantor Desa serta beberapa tempat umum lainnya. Pemberian masker dilakukan dengan pembagian masker kepada pesrta kegiatan seminar kesehatan. Selanjutnya kegiatan senam dilakukan bersama anak-anak untuk meningkatkan perilaku hidup sehat, sekaligus melakukan pendekatan dengan anak-anak Desa Kujangsari. Selain itu, kegiatan vaksinasi yang dilakukan secara door to door untuk meningkatkan angka partisipasi vaksin di Desa Kujangsari. Kegiatan pendataan vaksinasi dilakukan dengan mendata dan validasi masyarakat Kujangsari yang sudah dan belum divaksin.

Kegiatan dalam bidang keagamaan juga diterapkan. Kegiatan tersebut yaitu bersama. Seluruh peserta KKM mengikuti kegiatan pengajian rutin bersama warga Desa Kujangsari yang terbagi menjadi pengajian laki-laki setiap kamis malam dan pengajian perempuan setiap selasa pagi. Kegiatan ini bertujuan untuk pendekatan emosional dengan warga dan belajar ilmu agama bersama. Selain itu, kegiatan dalam bidang pendidikan yang dilakukan yaitu kegiatan mengajar formal tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Peserta KKM melakukan kegiatan mengajar formal di tingkat SD setiap minggu di kelas 2 dan 3, sedangkan tingkat SMP mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika untuk kelas 7 dan 8. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan sesuai bahan ajar dan pendekatan emosional dengan anak-anak. Kegiatan terakhir yang dilakukan yaitu penanaman bibit yang masuk dalam bidang pertanian. Kegiatan penanaman bibit kopi dilakukan bersama warga Kujangsari di kebun milik kelompok tani Desa Kujangsari. Penanaman bibit kopi dilakukan sebanyak enam ribu bibit kopi arabica yang harapannya dapat tumbuh dengan baik dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Kepala Desa Kujangsari, Bapak Adnan Kasogi beserta seluruh perangkat desa dan seluruh masyarakat Desa Kujangsari yang telah bersinergi membantu kelancaran kegiatan KKM Tematik Kelompok 51 Universitas Sultan Ageng Tirayasa. Harapan kami, semoga kegiatan KKM TEMATIK Kelompok 51 Tahun 2022 ini dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Desa Kujangsari dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa, dan lebih memahami pentingnya menjaga gizi dan pola hidup bersih untuk pencegahan stunting.

Pemerhati Masyarakat, @kpmipb46, FEMA-IPB, Undergraduate of IPB, Passionate about Writer & Entrepreneur.