Mengapa Pendidikan Tinggi itu Penting Bagi Perempuan?

Jaenudin Mahasiswa Universitas Pamulang.
Jaenudin Mahasiswa Universitas Pamulang.

 

Oleh : Jaenudin Mahasiswa Universitas Pamulang jurusan S2 Akuntansi

Pendidikan merupakan hal terpenting dalam kehidupan kita, ini berarti bahwa setiap manusia baik laki-laki maupun perempuan berhak mendapat dan berharap untuk selalu berkembang dalam pendidikan.

Pendidikan ditempuh dengan suatu tujuan yakni untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang luas. Namun saat ini, masih sering ditemukan pendapat tentang tidak pentingnya pendidikan yang tinggi bagi perempuan oleh sebagian masyarakat.

Kerap terdengar mengenai perempuan hanya akan mengurus rumah tangga, sehingga pendidikan yang tinggi tidak diperlukan. Hal tersebut membuat seorang perempuan semakin kehilangan motivasi, kepercayaan diri atas kesempatan, dan tidak terlalu mementingkan pendidikan tinggi bagi dirinya. Lantas, mengapa pendidikan yang tinggi sangat penting bagi seorang perempuan?

Pentingnya Pendidikan Untuk Perempuan

Laki – laki yang berpendidikan tinggi akan menciptakan karir yang bagus, sedangkan perempuan yang berpendidikan tinggi akan menciptakan generasi yang luar biasa.

Perempuan memegang peran besar akan seperti apa generasi manusia selanjutnya, itu sebabnya pendidikan tinggi untuk perempuan sangat penting karena mereka akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan anak mereka, ilmu parenting perempuan yang berpendidikan tentu saja berbeda dengan yang tidak. Jadi, bukan cuma ngurus dapur.

Saya tahu beberapa ibu yang tidak berpendidikan akan mengalami hal-hal seperti ini :

1. Tidak bisa menjawab pertanyaan/ menjelaskan ke anak-anaknya mengenai hal-hal sulit dan awkward.

2. Banyak menunggu suami membuatkan keputusan, dan kemudian menyalahkan suaminya kalau terjadi hal yang tidak diinginkan.

3. Uang yang diberikan suami dianggap sebagai ‘upah’ yang harus dihabiskan, bukan ditabung sisanya untuk membangun masa depan rumah tangga dan anak-anaknya.

4. Tukang ikut-ikutan karena kurang pengetahuan dan tidak punya hobi/ target hidup yang nyata.

5. Tidak mengerti gizi.

6. Nasihat kosong seperti hati-hati, minum air yang banyak, jangan telat, sabar, ini cobaan, harus terima, dan sejenisnya. Tapi ketika harus membantu suami atau anak secara proaktif dan cerdas? Auto-bengong.

7. Tidak bisa membantu anak mengerjakan tugas sekolah / PR dan sebagainya.

Istri yang pintar akan jadi sosok pendukung yang tangguh untuk suaminya, bahkan jadi kebanggaan juga. Pintar itu keren, menurut saya. Saya juga pernah mendengar katanya seorang laki-laki bisa minder kalau perempuannya terlalu berpendidikan.
Kalau saya jadi perempuan, saya tidak akan hiraukan pendapat seperti itu, karena jodoh adalah cerminan diri.

Dan terakhir, perempuan yang cerdas akan menghasilkan keturunan yang cerdas juga. Penelitian dari University of Washington, mengatakan bahwa wanita cenderung mentransmisi gen kecerdasan ke anak yang terbentuk dari kromosom X. Nah, wanita memiliki dua kromosom X, sedangkan pria hanya memiliki satu kromosom X. Artinya, wanita dua kali berpeluang mewariskan kecerdasan pada anak ketimbang pria.

Terlepas dari ingin menjadi wanita karir atau ibu rumah tangga— sebaiknya seorang wanita mengenyam pendidikan tinggi terlebih dahulu.