Opini Lima Alasan Mengapa Seseorang Tidak Melakukan Perencanaan Keuangan

Lima Alasan Mengapa Seseorang Tidak Melakukan Perencanaan Keuangan

Lima Alasan Mengapa Seseorang Tidak Melakukan Perencanaan Keuangan
ILUSTRASI (pexels.com)
Hari Guru Dinkes Tangsel

Pelitabanten.com – Perencanaan keuangan adalah sebuah konsep yang sebenarnya secara logis seharusnya dilakukan oleh setiap orang, bahkan sejak zaman orang tua kita dulu, dimana konsep ini secara sederhana diterapkan oleh para ibu pada zaman itu dengan berbagai konsep sederhana. Konsep perencanaan keuangan berkembang seiring dengan infratsruktur keuangan yang berubah, seperti misalnya adanya pembelian kredit, asuransi atau investasi, yang pada zaman dahulu belum ada.

Namun pun demikian, konsep perencanaan keuangan, baik yang bersifat tradisional, terlebih yang bersifat lebih modern (kompleks) seringkali tidak dianggap penting atau dianggap remeh oleh sebagian orang. Ada berbagai alasan mengapa ada orang-orang yang beranggapan demikian:

1. Perencanaan keuangan tidak diperlukan jika kondisi keuangan baik-baik saja

Pandangan ini berbahaya, dikarenakan jika perencanaan keuangan dilakukan setelah mengalami masalah keuangan, maka akan sangat sulit dan sangat terlambat. Tujuan utama dari perencanaan keuangan adalah mencapai tujuan (keinginan-keinginan yang ingin dilakukan dalam hidup) tanpa dikhawatirkan oleh masalah keuangan.

Baca Juga:  Nutrisi Dan Potensi Moringa Oleifera

2. Perencanaan keuangan hanya bagi orang kaya

Perencanaan keuangan diperlukan oleh semua kalangan dalam status ekonomi apa pun. Bagi yang belum berkelebihan, perencanaan keuangan membantu pencapaian kondisi ekonomi yang lebih baik. Bagi yang berkelebihan, perencanaan keuangan membantu mengembangkan aset dan menjaga kondisi keuangan tidak menurun.

3. Menganggap bahwa berinvestasi adalah perencanaan keuangan

Investasi adalah bagian dari perencanaan keuangan. Investasi bukanlah tujuan perencanaan keuangan itu sendiri. Berinvestasi tanpa mengetahui tujuan dari investasi tersebut tidak akan menghasilkan hasil yang optimal. Tujuan yang berbeda akan membutuhkan investasi yang berbeda. Misalkan investasi untuk kebutuhan biaya sekolah anak dan kebutuhan biaya kuliah anak tentu berbeda, dikarenakan jangka waktu investasi dapat dilakukan berbeda. Selain investasi, ada bagian-bagian lain dari perencanaan keuangan seperti anggaran pengeluaran (budgeting) dan perlindungan risiko dengan asuransi.

4. Perencanaan keuangan hanya bagi yang sudah berkeluarga

Perencanaan keuangan dibutuhkan oleh semua orang yang memiliki tujuan yang membutuhkan sumber dana (finansial). Seseorang yang belum berkeluarga juga memiliki kebutuhan yang membutuhkan dana. Baik itu travelling maupun pernikahan, sama-sama membutuhkan biaya yang cukup besar dan perlu direncanakan jauh hari.

Baca Juga:  Menjemput Tugas Manusia, Hamba dan Khalifah

5. Anak saya akan mengurus saya jika saya kesulitan keuangan, terutama di masa tua

Anak akan memiliki beban keuangan tersendiri ketika mereka dewasa. Sebagai orang tua kita tidak ingin membebani anak kita lebih lagi dengan biaya untuk masa pensiun kita. Jadikanlah bantuan anak kepada orangtua sebagai hak anak, yang membuat mereka senang melakukannya, dan bukan sebagai kewajiban mereka. Hal ini akan membantu kehidupan mereka lebih harmonis juga dengan pasangannya nanti.

Perencanaan keuangan sebenarnya tidaklah sesulit yang dibayangkan. Yang diperlukan adalah tujuan yang ingin dicapai, perencanaan periodik untuk mencapai tujuan tersebut (termasuk di dalamnya pengeluaran, tabungan, investasi, dan perlindungan risiko (asuransi)), dan kekonsistenan menjalankannya. Semoga dengan demikian masyarakat Indonesia dapat menjadi masyarakat dengan ketahanan ekonomi rumah tangga yang kuat.

Penulis: Dahlia Ervina, M.S.M, CFP (Dosen Universitas Prasetiya Mulya)