Opini Guru Milenial di Era Revolusi Industri 4.0 Harus “MIKIR”

Guru Milenial di Era Revolusi Industri 4.0 Harus “MIKIR”

Guru Milenial di Era Revolusi Industri 4.0 Harus MIKIR
Ilustrasi (ICSA/Pexels)
Hari Guru Dinkes Tangsel

Pelitabanten.com – Revolusi Industri 4.0 merupakan suatu  era dimana kehidupan  manusia berorientasi pada teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan kecanggihan teknologi berkembang dengan sangat pesat. Era revolusi industri 4.0 ini menjadi tantangan tersendiri bagi manusia masa kini.

Dimana pemanfaatan teknologi dan internet sudah menjadi kebutuhan hidup sehari-hari. Manusia harus mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi agar tidak terpinggirkan dan hanya menjadi penonton dalam peradaban. Manusia harus mampu tetap eksis meski teknologi semakin canggih.

Mengingat pesatnya kemajuan teknologi dalam era revolusi industri 4.0, dunia pendidikan sebagai salah satu ujung tombak dalam mempersiapkan generasi penerus, harus berbenah. Guru sebagai seorang pendidik harus mampu memberikan warna bagi terciptanya generasi penerus yang unggul dan handal dalam menyongsong era revolusi industri 4.0.

Selama masa pandemi covid-19 yang berlangsung sejak maret 2020 hingga saat ini, sebetulnya dunia pendidikan sudah “dipaksa” untuk berubah. Demi memutus mata rantai penyebaran virus, sekolah-sekolah ditutup sementara. Pembelajaran secara konvensional di ruang kelas, telah beralih dengan sistem pembelajaran daring. Baik guru maupun peserta didik dipaksa harus mampu mempergunakan teknologi dan terbiasa dengan internet guna melangsungkan kegiatan pembelajaran.

Baca Juga:  Pilkada Tangerang: Hegemoni Calon Tunggal dan Sepak Bola Terjal 

Peranan guru dalam mempersiapkan generasi penerus yang handal sangatlah vital. Oleh karena itu, guru milenial yang merupakan pendidik generasi saat ini, dituntut harus MIKIR (Mahir, Inovatif, Kreatif, Inspiratif dan Responsif).

Seorang guru harus mahir dalam berbagai kompetensi, baik itu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial maupun kompetensi profesional. Guru harus terus meng-upgrade diri agar bisa mahir dalam menguasai kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki agar dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna dan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Guru di era revolusi industri 4.0 juga harus inovatif. Pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru, tetapi berpusat pada peserta didik. Guru hanya bertindak sebagai fasilitator, oleh karena itu guru harus mampu terus berinovasi dalam pembelajaran sehingga peserta didik tertantang dan merasa tertarik untuk belajar. Jika peserta didik sudah tertarik untuk belajar, mereka akan lebih mudah bagi mereka untuk menerima suatu materi pelajaran.

Baca Juga:  Produktif Saat Bulan Ramadhan

Inovasi yang bisa dilakukan guru misalnya membuat media pembelajaran. Guru juga dapat berinovasi menciptakan kegiatan belajar yang menyenangkan, misalnya dengan menghadirkan games yang berbasis digital, sebagai bentuk pembiasaan dalam mempergunakan teknologi dalam pembelajaran.

Guru juga dituntut untuk kreatif, dalam artian mampu mempergunakan dan memanfaatkan segala sumber daya untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan. Kreatifitas itu sifatnya tak terbatas, seorang guru harus mampu berkreasi dalam pengelolaan kelas maupun pembelajaran agar peserta didik tidak merasa jenuh.

Dengan kreatifitas yang diciptakan guru, akan dapat membuat peserta didik menjadi terap semangat untuk menuntut ilmu. Guru yang kreatif juga akan memacu peserta didik untuk ikut kreatif. Kreatifitas sangat diperlukan sebagai bekal hidup di tengah era revolusi industri 4.0.

Memasuki era revolusi industri 4.0, guru sebagai pendidik juga dituntut untuk inspiratif. Seorang pendidik diharapkan dapat menginspirasi peserta didik. Minimal bisa menginspirasi mereka untuk semangat belajar dan mengembangkan kemampuan diri. Guru adalah sosok yang “digugu dan ditiru” oleh karena itu sudah selayaknya guru bisa menjadi inspirasi bagi peserta didik maupun bagi rekan-rekan pendidik lainnya bahkan masyarakat di lingkungannya.

Baca Juga:  Jamur Tiram Tuai Berkah Di Tengah Pandemi Covid-19

Selain itu guru milenial juga haruslah responsif, tidak pasif terhadap segala perubahan yang ada, harus mampu bergerak cepat dan beradaptasi dengan perkembangan jaman. Mampu merespon berbagai permasalahan yang ada dengan baik dan tidak acuh bersifat apatis.

Guru yang MIKIR akan mampu memberikan warna dalam mempersiapkan generasi penerus yang akan bersaing di era revolusi industri 4.0. Dunia pendidikan adalah gerbang utama bagi tonggak kemajuan suatu bangsa. Dengan terciptanya generasi penerus yang unggul, handal dan berakhlak mulia, bukan tidak mungkin negara akan mencapai kemajuan dengan sangat cepat.

Yulia Enshanty, S.PdPenulis: Yulia Enshanty, S.Pd (Guru Geografi SMAN 1 Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat)