Gunakan CSR, Pemkot Tangsel Bedah Tiga RTH

Gunakan CSR, Pemkot Tangsel Bedah Tiga RTH
Pemkot Tangsel Bedah Tiga RTH. Foto Pelitabanten.com (Dok.Ist)

TANGERANG SELATAN, Pelitabanten.com — Wanita bernama Yekah (38) merupakan seorang janda yang tinggal di Tak Layak Huni (RTH) karna berdinding triplek di Pondok So, RT 4 RW2, Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangerang Selatan

Akhirnya Kini rumahnya dibedah Pemerintah melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Bjb dan Badan Amil Zakat (Baznas).

Seperti yang dilihat Kamis (12/9/2019), pekerja dari BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) melakukan yang dihuni oleh tiga Kepala Keluarga (KK) yakni Yekah, Asmat dan Mulyadin. Selama proses pembangunan Ketiga Keluarga tersebut dikontrakan oleh disebuah kontrakan yang lokasinya tidak jauh dari rumah yang akan dibangun.

Gunakan CSR, Pemkot Tangsel Bedah Tiga RTH
BKM Lakukan Pembongkaran Rumah Tak Layak Huni. Foto Pelitabaten.com (Dok.Ist)

Kepala Bidang (Kabid) Perumahan pada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Kota Tangsel, Carsono, menjelaskan, hasil rapat dengan Tangsel , karena kondisi rumah tersebut urgent, maka digunakan perbaikan atau menggunakan dana CSR BJB dan Baznas.

“CSRnya untuk dua unit rumah, dan satu unit rumahnya dibangun oleh Baznas, ada tiga rumah yang akan dibangun, namun untuk polanya saya juga belum apakah satu atap dihuni bersama, atau masing-masing,”ungkapnya.

Diketahui, Untuk dana bedah rumah, masing-masing rumah anggarannya sebesar Rp 50 juta rupiah.

“Total tiga rumah sebesar Rp 150 juta rupiah, sementara untuk kontrakan selama sebulan yang ditempati oleh tiga kepala keluarga tersebut dananya berasal dari patungan Perkimta,”jelasnya.

Carsono menjelaskan, Selasa (10/9) Perkimta melakukan pemindahan orangnya terlebih dahulu, Rabu hingga Kamis ini pembongkaran rumah, minggu depan baru proses pembangunan.

Petugas Verifikator pembangunan Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Pringgo, menjelaskan, pembangunan rumah ini akan berlangsung selama satu bulan, dan akan dibangun mulai minggu besok.

“Kita lakukan pembongkaran terlebih dahulu, dan kami pihak Kelurahan berharap, ketika sudah dibangun, jangan sampai pihak BSD melakukan pemageran berlin, karena mereka juga hanya manusia biasa yang membutuhkan akses tempat tinggal,”singkatnya.