
PASURUAN, Pelitabanten.com– Dosen dan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya (UB) mendampingi penyusunan Dokumen Rencana Aksi Mitigasi (DRAM) secara partisipatif bagi Kelompok Tani Organik (KTO) Sumber Makmur Abadi (SUMADI) di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, pada Jum’at (31/07/2026).
Pendampingan yang berlangsung sepanjang Juli 2026 ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesiapan kelompok perhutanan sosial menuju implementasi perdagangan karbon.
Pendampingan ini difokuskan pada penyusunan DRAM sebagai dokumen perencanaan aksi mitigasi yang menjadi salah satu persyaratan penting dalam implementasi perdagangan karbon sektor kehutanan.
Selain memenuhi aspek administrasi, penyusunan DRAM juga membantu kelompok tani menyusun strategi pengelolaan hutan yang mampu menghasilkan manfaat ekologis maupun ekonomi secara berkelanjutan.
Dosen Pembimbing KKN, Rifqi Rahmat Hidayatullah, S.Hut., M.Si., menjelaskan bahwa pendampingan ini merupakan bentuk kontribusi Universitas Brawijaya dalam memperkuat kesiapan kelompok perhutanan sosial di Jawa Timur untuk menghadapi era baru perdagangan karbon.
“Indonesia telah memiliki landasan regulasi yang semakin kuat melalui Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026 tentang Tata Cara Perdagangan Karbon melalui Offset Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Kehutanan. Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai instrumen pendukung sehingga peluang implementasi perdagangan karbon kini semakin terbuka,” jelas Rifqi.
Baca Juga: Telkomsel Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Melalui Relawan TERRA
Selain regulasi, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai instrumen pendukung, seperti SRN-PPI, Indonesia Forestry Carbon Hub, dan Bursa Karbon Indonesia untuk mendukung implementasi perdagangan karbon.
“Tantangan terbesar justru berada pada tingkat tapak. Banyak kelompok perhutanan sosial belum memiliki kapasitas teknis untuk menyusun DRAM karena membutuhkan data, analisis, dan perencanaan yang cukup kompleks. Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat menjadi pendamping teknis sekaligus media transfer pengetahuan kepada masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala Desa Jatiarjo, Dardiri, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif Universitas Brawijaya dalam mendampingi masyarakat desa.
“Kami menyambut baik program ini karena dapat meningkatkan kapasitas kelompok tani dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Dokumen DRAM tidak hanya penting sebagai persyaratan menuju perdagangan karbon, tetapi juga menjadi dokumen perencanaan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai program pengelolaan hutan lestari di masa mendatang,” ujarnya.
Dukungan Pemerintah Desa Jatiarjo menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kelompok masyarakat dalam memperkuat pengelolaan hutan berbasis masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Ketua KTO SUMADI, Nur Hidayat, mengungkapkan rasa terima kasih atas pendampingan yang diberikan oleh mahasiswa KKN Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya.
“Sebelumnya kami memiliki keinginan untuk menyusun DRAM, tetapi terkendala keterbatasan sumber daya dan kemampuan teknis. Pendampingan ini sangat membantu kami memahami tahapan penyusunannya sehingga ke depan kami memiliki kesiapan yang lebih baik untuk mengikuti skema perdagangan karbon,” katanya.
Pendampingan tersebut juga membuka ruang pembelajaran bersama antara mahasiswa dan masyarakat dalam memahami mekanisme perdagangan karbon yang masih relatif baru di tingkat kelompok tani.
Ketua KTO SUMADI memaparkan kondisi awal kawasan kelola kepada dosen pembimbing dan mahasiswa KKN Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan UB sebagai bagian dari proses penyusunan Dokumen Rencana Aksi Mitigasi (DRAM) secara partisipatif.
Selama pendampingan, mahasiswa bersama pengurus KTO melaksanakan serangkaian kegiatan mulai dari identifikasi kondisi awal kawasan (baseline), pengumpulan data biofisik dan sosial, penyusunan proyeksi penurunan emisi, hingga perumusan rencana aksi mitigasi berbasis Afforestation, Reforestation, and Revegetation (ARR) yang disesuaikan dengan kondisi kawasan kelola. Seluruh proses dilaksanakan secara partisipatif sehingga anggota kelompok tani terlibat aktif dalam setiap tahapan penyusunan DRAM.
Melalui pendampingan ini, Universitas Brawijaya tidak hanya membantu penyusunan dokumen yang memenuhi persyaratan regulasi, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam memahami mitigasi perubahan iklim, pengelolaan hutan berkelanjutan, dan peluang ekonomi dari perdagangan karbon. Kegiatan ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan kelompok perhutanan sosial dalam mendukung pencapaian target penurunan emisi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. (MIR)













