35 Personil Satpol PP Kota Tangerang Terus lakukan Pencarian Korban di Tanjung Lesung

35 Personil Satpol PP Kota Tangerang Terus lakukan Pencarian Korban di Tanjung Lesung
Satpol PP Kota Tangerang Evakuasi Korban di Tanjung Lesung. Foto Huda R Alfian. Pelitabanten.com

PANDEGLANG, Pelitabanten.com, — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang, terus berupaya lakukan evakuasi pencarian para korban tsunami di Tanjung Lesung, Carita Anyer, Cinangka, Pandeglang, Banten. Senin (24/12/2018).

Satpol PP Kota Tangerang Terus lakukan Pencarian Korban di Tanjung Lesung
Satpol PP Kota Tangerang Terus lakukan Pencarian Korban di Tanjung Lesung. Foto Huda R Alfian pelitabanten.com

Sekitar 35 personel yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Ketertiban Umum (Kabid Tibum) Gupron Falffelli S.stp, Muslim Kanit Tibum, Boby Eryanto Kanit alap-alap, dan Umar Mu’Ali Kanit 2 Tibum terus melakukan penyisiran di tepian pantai Tanjung Lesung.

Seperti diketahui lokasi merupakan tempat para personel Band Seventeen yanh menghibur kegiatan acara PLN Gathering malam minggu lalu saat tsunami menerjang pantai tanjung lesung.

“Berdasarkan Informasi bahwa masih banyak korban yang belum di ketemukan,” kata Kanit 2 Umar saat dihubungi melalui pesan WhatsApp oleh Pelitabanten.com, pada 16.02 Wib, Senin (24/12) Sore.

Satpol PP Kota Tangerang Terus lakukan Pencarian Korban di Tanjung Lesung
Satpol PP Kota Tangerang Terus lakukan Pencarian Korban di Tanjung Lesung. Foto Huda R Alfian. Pelitabanten.com

Umar pun menginformasikan bahwa masih ada sekitar 90 orang yang masih hilang, dan masih dalam upaya pencarian.

“Sementara masih banyak korban yang belum di ketemukan, 90 orang yang masih hilang tidak ada di daratan. Semua korban sudah di bawa ke berbagai Rumah Sakit di Pandeglang, 13 orang tadi pagi sudah diketemukan lagi,” tukasnya.

Editor : Adin

Mencoba untuk selalu Melihat, mendengar, dan merasakan segala situasi & kondisi di setiap arah prasa dan hati yang seakan redup dan berpijar.. Layaknya seperti pelita.. Selalu berkarya dan terus bercahaya menerangi lorong gelap setiap jiwa-jiwa yang berharap.. Dari torehan secerca tinta disehelai kertas usang di era digital, ku racik kalimat hidup dari suara-suara makhluk yang bernafas. Mengalir dan berposes melalui filosofi dunia, yang terbentuk menjadi sajian kenikmatan klimaks yang membuka panca indera dan berprosa sesuai nalar, hingga menjadi keutuhan dari akal, bagi kaum yang mau berfikir. SemangArt terussssss We Are d'Little Writter Huda R Alfian (Yudha)