Beranda Opini Puasa dan Konsumsi Makanan Halal

Puasa dan Konsumsi Makanan Halal

440
BAGIKAN
Puasa dan Konsumsi Makanan Halal
Hadi Susilo, M.Si, Akademisi di Pusat Kajian Produk Halal Unma Banten

Pelitabanten.com – Islam adalah agama yang sempurna, agama yang sangat memperhatikan semua urusan terkait umatnya baik di dunia maupun di akherat.

Perintah puasa Ramadhan disampaikan oleh Allah SWT lewat firman-Nya dalam surat Al-Baqarah ayat 183. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagiamana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. Ibn Abbas mendefinisikan takwa sebagai “takut berbuat syirik kepada Allah dan selalu mengerjakan ketaatan kepada-Nya”.

Musa bin A’yun berkata: Orang-orang yang bertakwa membersihkan diri dari hal-hal yang halal karena takut jatuh pada hal-hal yang haram maka Allah menyebut mereka muttaqin. Halal dan Haram bukan hanya menyangkut perbuatan, termasuk di dalamnya adalah produk yang di konsumsi oleh muslim baik itu berupa barang maupun jasa.

Islam selalu mengajarkan kepada kaum muslim agar memilih dan mengkonsumsi makanan halal dan menjauhi makanan yang haram. Hal ini menunjukkan bahwa setiap muslim harus memahami dan melaksanakan perintah Allah, terutama untuk mengkonsumsi makanan yang halal.

Perintah untuk mengkonsumsi makanan halal sama pentingnya dengan perintah-perintah Allah yang lainnya, seperti: perintah menjauhi perbuatan jahat, mencuri, menipu, bohong, zina, dan lainnya.

Halal adalah segala sesuatu yang diperbolehkan oleh Allah SWT, sedangkan Haram adalah segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT. Seorang muslim yang taat wajib mengetahui makanan apa saja yang dilarang dan yang diperbolehkan oleh Allah, jika kita tidak memahami mana yang halal dan haram maka kita bisa menjadi muslim yang tersesat dari petunjukNya, dan tidak selamat di dunia dan akherat.

Allah memerintahkan untuk mengkonsumsi makanan yang halal dan baik, seperti disebutkan dalam firmannya, “wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah mengikuti langkah setan, karena sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu”. (Al Baqarah [2]: 168).

Allah melarang mengkonsumsi makanan yang haram tentu ada tujuannya, yakni menguji ketaatan hambanNya. Allah juga mengancam orang yang makan makanan haram tidak masuk surga. Apalagi muslim yang menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal, ini adalah dosa besar.

Disamping itu tentu ada hikmah yang bisa kita ambil, yakni dengan mengkonsumsi makanan halal dan baik akan membuat tubuh dan hati kita menjadi sehat.

1
2
3
4
BAGIKAN