
SERANG, Pelitabanten.com – BPS Provinsi Banten mencatat inflasi daerah pada Agustus 2026 terkendali di angka 0,13 persen secara bulanan dan 2,95 persen secara tahunan. Menanggapi rilis tersebut, Pemerintah Provinsi Banten langsung memperketat pengawasan ketersediaan pangan demi melindungi daya beli masyarakat di tengah musim kemarau. Langkah mitigasi ini diprioritaskan agar stabilitas harga kebutuhan pokok tidak terganggu oleh potensi hambatan produksi maupun distribusi.
Berdasarkan laporan BPS Provinsi Banten pada Agustus 2026, inflasi tahun kalender tercatat mencapai 1,31 persen dengan tekanan bulanan didominasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,11 persen. Tekanan harga tersebut dapat diredam berkat penurunan tarif transportasi serta biaya pendidikan pada periode yang sama. Adapun secara tahunan, komoditas pendorong inflasi meliputi daging ayam ras, sigaret kretek mesin, jagung manis, dan cairan pelembut pakaian.
Pemerintah Provinsi Banten memberikan perhatian khusus pada komoditas beras yang kini memasuki masa tanam ketiga di tengah cuaca kering. Guna mengamankan pasokan air, pembangunan 81 kilometer saluran irigasi berhasil meningkatkan indeks irigasi Banten dari 52 persen menjadi 62 persen. Infrastruktur pengairan tersebut diharapkan mampu menjaga keandalan panen sekaligus mengamankan pasokan beras di pasar tradisional.
“Alhamdulillah, inflasi pada Agustus 2026, baik secara month to month maupun year on year, posisinya masih terjaga.” — Andra Soni, Gubernur Banten, Agustus 2026
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Sofwan Kurnia pada Agustus 2026 menegaskan bahwa stabilisasi harga menuntut keakuratan data dan komunikasi publik yang efektif. Sofwan menjelaskan bahwa langkah tersebut diperkuat melalui operasi pasar reguler, optimalisasi mesin pertanian, serta penjaminan kelancaran distribusi logistik pangan.
Pengendalian inflasi ini pada akhirnya ditujukan untuk memastikan seluruh kebutuhan harian warga tetap terpenuhi dengan harga yang stabil dan terjangkau. Keberhasilan menjaga stabilitas bukan sekadar mengejar angka statistik, melainkan komitmen nyata dalam melindungi daya beli masyarakat menghadapi dampak kemarau.
Baca Juga: Aktivitas Krakatau Turun, Andra Soni Minta Warga Tetap Siaga













