
LEBAK, Pelitabanten.com– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak memperkuat sinergi lintas sektor untuk menyukseskan Program Adiwiyata. Penguatan tersebut ditandai dengan penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Penyelenggaraan Program Adiwiyata yang saat ini tinggal menunggu tanda tangan Bupati Lebak.
Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Lebak, Erik Indra Kusuma, mengatakan regulasi tersebut disiapkan sebagai landasan hukum untuk memperkuat keterpaduan peran dalam penyelenggaraan pendidikan lingkungan hidup di sekolah.
“Program Adiwiyata membutuhkan sinergi lintas sektor. Peraturan Bupati ini diharapkan menjadi landasan untuk memperkuat keterpaduan peran dan dukungan dalam pelaksanaannya,” ujar Erik, Jumat (23/10/2026).
Menurut Erik, sasaran program meliputi Sekolah Dasar (SD) dan/atau sederajat serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan/atau sederajat. Termasuk di dalamnya pondok pesantren yang menyelenggarakan pendidikan berbasis kurikulum sekolah, baik yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Lebak maupun Kementerian Agama.
Sebagai langkah konkret penguatan kerja sama, DLH Lebak telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Agama Kabupaten Lebak dan Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak.
“Melalui Nota Kesepahaman ini, kami ingin membangun langkah bersama agar sosialisasi, pembinaan, dan pendampingan sekolah dapat berjalan lebih terarah serta menjangkau sekolah dan satuan pendidikan yang menjadi sasaran program,” jelasnya.
Baca Juga: Bupati Hasbi Minta Juaramedia Kawal Aduan Warga, Pemerintah Harus Responsif
Tak hanya sektor pemerintah, DLH Lebak juga memperluas dukungan dengan melibatkan dunia usaha. Saat ini, DLH telah menyiapkan draf Nota Kesepahaman dengan PT Cemindo Gemilang Tbk, salah satu industri terbesar di Kabupaten Lebak, untuk mendukung penyelenggaraan Program Adiwiyata.
“Kami membuka ruang partisipasi dunia usaha untuk mendukung pendidikan lingkungan hidup di sekolah. Harapannya, kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata dan memperkuat keberlanjutan Program Adiwiyata,” ungkap Erik.
Ia berharap penyusunan Perbup dan penguatan kerja sama lintas sektor ini mendapat dukungan dari seluruh pihak, mulai dari perangkat daerah, Kementerian Agama, sekolah, pondok pesantren, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Keberhasilan Program Adiwiyata memerlukan komitmen bersama untuk menumbuhkan kebiasaan peduli lingkungan dalam pembelajaran dan kehidupan sehari-hari warga sekolah. Kami mengajak semua pihak mendukung Program Adiwiyata agar semakin banyak sekolah menjadi penggerak kepedulian lingkungan. Melalui sinergi yang berkelanjutan, kita bersama-sama berkontribusi menciptakan Kabupaten Lebak yang RUHAY,” pungkasnya. (MIR)













