Kyai Barja Menggelegar! Desak APH Turun Tangan: Premanisme Perusak Tiang WiFi Dukodu di Desa Umbuljaya Harus Dihentikan

Kyai Barja bersama jajaran Polsek Banjarsari, pada Senin (27/04/2026).
Kyai Barja bersama jajaran Polsek Banjarsari, pada Senin (27/04/2026).

LEBAK, Pelitabanten.com– Suasana tenang di Desa Umbuljaya, Kecamatan Banjarsari, mendadak berubah menjadi bara keresahan. Aksi brutal perusakan tiang jaringan WiFi Dukodu yang diduga dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab memantik kemarahan publik. Di tengah gejolak itu, suara lantang datang dari tokoh masyarakat Banjarsari, Kyai Barja, yang mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan, Pada Senin (27/04/2026)

Dengan nada tegas dan penuh keprihatinan, Kyai Barja menilai aksi tersebut bukan sekadar vandalisme biasa, melainkan bentuk premanisme yang mengancam akses informasi dan kemajuan masyarakat Desa Umbuljaya, Ia menegaskan bahwa jaringan WiFi Dukodu selama ini menjadi “urat nadi digital” warga, terutama bagi pelajar, pelaku UMKM, hingga masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya pada konektivitas internet.

“Ini bukan hanya merusak tiang, tapi merusak masa depan masyarakat Umbuljaya, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak. Kami minta APH jangan diam, segera usut dan tangkap pelakunya,” tegasnya, dalam pernyataan yang menggema di tengah warga.

Advertisement

Aksi perusakan tersebut dilaporkan telah menyebabkan gangguan serius terhadap layanan internet di sejumlah titik desa. Warga pun dibuat resah, terutama di era digital saat ini di mana konektivitas bukan lagi kebutuhan sekunder, melainkan kebutuhan utama.

Kyai Barja juga mengingatkan bahwa praktik-praktik intimidatif seperti ini tidak boleh dibiarkan tumbuh di tengah masyarakat. Ia khawatir, jika tidak segera ditindak, aksi serupa akan terus berulang dan menghambat pembangunan desa berbasis teknologi.

Fikriansyah, pekerja dilapangan menyampaikan bahwa tindakan dilakukan oleh Oknum berinisial G yang merupakan preman kampung setempat.

Baca Juga: Ketua Mahkamah Agung Terima Audiensi SMSI Bahas Budaya Mediasi

Fikriansyah yang bekerja di lokasi merasa terintimidasi dengan ucapan tersebut.

“Saya melihat orang tersebut dengan mata merah, serek, dan memiliki ciri-cirinya: Hitam, Tinggi, Rambutnya lurus (potongan pendek kaya tentara). Pelaku perusakan menggunakan Motor CB 150 dengan Knalpot Racing. Pelaku berteriak lantang menyebut namanya berinisial G,” pungkasnya. (MIR)

Advertisement