LEBAK, Pelitabanten.com– Kasus pemotongan kabel internet milik salah satu provider wifi Dukodu dipotong oleh Oknum yang tidak bertanggung jawab di lokasi PTPN Banjarsari, Desa Leuwiipuh, kejadian Kabel putus dan berserakan di temukan pada Sabtu (25/04/2026).
Fikriansyah, menemukan kabel milik wifi Dukodu pecat dan berserakan dengan panjang puluhan meter dan tergeletak di bahu jalan. Hal ini menjadi perhatian publik.
“Ini Oknum gak punya otak, kabel pada diacak-acak. Bukan kaya gini caranya,” ujar Fikri salah satu pekerja Provider Dukodu.
Pemerhati kebijakan publik Kabupaten Lebak, Aryo Lukito angkat bicara. Ia mengatakan bahwa ini adalah tindakan kotor yang sudah keluar dari koridor persaingan usaha yang sehat.
“Tindakan pemotongan kabel milik kompetitor ini bukan lagi persaingan usaha, tapi sudah masuk ranah pidana. Ini perusakan yang diatur Pasal 406 KUHP. Kami sudah kumpulkan bukti dan akan menempuh jalur hukum. Bisnis harusnya adu inovasi, bukan adu gunting,” kata Aryo saat dihubungi awak media, pada Hari Sabtu (25/4/2026).
Menurut Aryo, sabotase infrastruktur digital tidak hanya merugikan pelaku usaha, tapi langsung memukul masyarakat.
“Yang dirugikan bukan cuma kami sebagai pelaku usaha, tapi juga masyarakat. Anak sekolah yang ujian online, UMKM yang transaksi pakai QRIS, semua terdampak. Kalau kompetisi sudah pakai cara sabotase, iklim usaha di Banjarsari bisa rusak,” ujarnya.
Ia menyayangkan masih adanya cara-cara premanisme dalam merebut pasar. “Kami menyayangkan masih ada yang berpikir memutus kabel bisa memutus rezeki orang lain. Pasar itu luas. Kalau yakin dengan kualitas layanan, nggak perlu takut dengan keberadaan kompetitor sampai harus main sabotase,” tambah Aryo.
Aryo mendesak aparat penegak hukum tidak membiarkan kasus ini. “Kami minta aparat menindak tegas. Kasus seperti ini kalau dibiarkan akan jadi preseden buruk. Hari ini kabel internet, besok bisa fasilitas publik lain. Negara nggak boleh kalah sama premanisme berkedok persaingan usaha,” tegasnya.
Ia menutup dengan sindiran yang berpotensi jadi headline. “Motong kabel itu cara paling cepat mengumumkan ke publik bahwa bisnis Anda sudah kalah secara kualitas. Ini bukan kompetisi, ini kriminal,” pungkasnya. (MIR)