Sistem Pendidikan “Singkat Dan Fleksibel” Di Inggris

Sistem Pendidikan “Singkat Dan Fleksibel” Di Inggris
Ilustrasi (ISTIMEWA)

Pelitabanten.com – Pendidikan merupakan sumber dari segala sumber kemajuan suatu bangsa, karena dengan melalui pendidikan yang berkualitas sumber daya manusia suatu negara tersebut dapat ditingkatkan. Sistem dan kurikulum pendidikan yang efektif akan memberikan dampak yang baik bagi bangsa itu sendiri, apalagi pada era digital saat ini yang harus mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi ke dalam seluruh mata pelajaran. Inggris sebagai negara maju sudah membuat sistem pendidikan yang efektif dan fleksibel, dengan adanya sistem pendidikan tersebut menjadikan inggris sebagai salah satu negara dengan kualitas pendidikan yang terbaik di dunia.

Pendidikan di Inggris diatur dan diawasi oleh Department for Education dan Department for Business, Innovation and Skills. Otoritas lokal bertanggung-jawab menerapkan kebijakan untuk pendidikan dan sekolah negeri di tingkat lokal. Inggris mempunyai lebih dari 3.000 Institusi Pendidikan yang menerima pelajar internasional di berbagai level dengan ribuan pilihan bidang studi. Di samping itu terdapat beragam akses pendidikan dan pelatihan yang dapat dipilih dengan mengkombinasikan berbagai pilihan bidang studi sesuai dengan kebutuhan, minat dan kemampuan. Sistem pendidikan di Inggris terbagi atas 4 bagian utama.

Semua pelajar yang belajar di Inggris diwajibkan mengikuti pendidikan dasar dan menengah yang dimulai ketika berumur 5 tahun hingga umur 16 tahun. Secara singkat sistem pendidikan dasar di Inggris dibagi menjadi tahapan penting “Key Stages” yaitu : Pendidikan Dasar (Key Stage 1) (Primary Education) dan Pendidikan Menengah (Key Stage 2) (Secondary Education) 5 hingga 11 tahun, Pendidikan Lanjutan (Key Stage 3) (Further Education) 11 hingga 14 tahun dan Program Lanjutan (HND) & Pra-Universitas (Key Stage 4) (Foundation Studies) 14 hingga 16 tahun. Untuk Key stage 1 dan 2 biasanya berlangsung di sekolah dasar, pada usia 11 tahun melanjutkan ke sekolah menengah dan menyelesaikan key stage 3 dan 4 dikutip dari website www.ceseducation.com Jumat (20/11/2021).

Dilansir dari Study Travel Magazine pada hari Jumat (20/11/2021) Inggris adalah tujuan teratas di seluruh dunia untuk studi bahasa Inggris. Penekanannya adalah belajar secara fleksibel, yaitu melalui kesenangan dan partisipasi daripada hanya mendengarkan guru. Kelas melibatkan permainan, pemecahan masalah, dan diskusi. Selain itu, hampir di semua jurusan di Inggris sangat fleksibel. Banyak universitas memungkinkan untuk menyediakan subjek ‘modul’ yang berbeda, sehingga para pelajar dapat membangun program studi yang cocok baginya , dengan spesialisasi pelajar dalam menjalani pengalaman yang dapat disesuaikan.

Dengan sistem pendidikan yang fleksibel, para pelajar dapat mengembangkan kemampuannya sesuai dengan bakat yang dimiliki serta bisa mengalokasikan waktu dengan baik untuk mengembangkan kemampuan sekunder, metode ini lebih baik daripada mengikuti kurikulum yang harus diwajibkan kepada seluruh pelajar karena akan menghambat pola pikir dan bakat yang dimiliki. Sistem pendidikan yang fleksibel juga mendorong siswa untuk berpikir kritis, aktif dan memiliki koneksi antar pelajar karena setiap sekolah atau universitas di Inggris para siswa memiliki kelompok kecil yang saling terhubung untuk berdiskusi dan mengemukakan pendapat.

Salah satu contoh program pembelajaran yang fleksibel di Inggris adalah Foundation Degrees. Program ini ditawarkan dalam bentuk pembelajaran yang fleksibel disesuaikan dengan keadaan mahasiswa. Oleh karena itu, program ini sesuai untuk mereka yang ingin berkarir, meningkatkan peluang kerja atau bagi mereka yang ingin melanjutkan ke universitas tanpa latar belakang pendidikan (Soelaiman, Sistem Pendidikan di Inggris, 2014).

Mengutip dari website www.nidirect.gov.uk Jumat (20/11/2021) Progam Foundation Degrees adalah penggabungan studi kegiatan akademis dan pelatihan kerja dan menawarkan rute yang jelas ke universitas atau pekerjaan. Jenjang program ini umumnya disetarakan dengan 2 tahun pertama tingkat sarjana. Selain bisa digunakan langsung untuk bekerja, program ini membuka jalur bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan ke tingkat universitas atau sekolah tinggi dari beragam latar belakang pendidikan. Progam ini juga lebih bermanfaat karena akan menambah tenaga kerja bagi perusahaan-perusahaan dan menambah pengalaman mahasiswa dalam dunia kerja.

Selain sistem pendidikan yang fleksibel, pendidikan di Inggris juga tergolong singkat, mulai dari studi sampai jam belajarnya. Sebagian besar sekolah dasar di Inggris mulai antara 08:30 dan 08:50 pagi dan selesai antara 15:00 dan 16:00 sore kecuali hari Jumat. Pada hari Jumat, hari sekolah berakhir antara pukul 12:00 dan 13:00, beberapa jam lebih awal dari biasanya (General, 2021). Jam belajar sekolah tiap jenjang pendidikan berbeda-beda tetapi rata-rata 5-6 jam sehari yang sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan di Indonesia, tetapi metode dan sistem pendidikan di Inggris berbeda terutama di kurikulum dan keefektifan metode belajar, sistem pendidikan di Inggris memiliki program yang lebih intensif sehingga membuat waktu belajar lebih singkat dibandingkan dengan negara lain (lebih efisien waktu dan uang).

Bagaimana dengan lamanya masa studi di Inggris? Masa studi di Inggris terbilang cukup singkat, karena bisa memilih langsung bekerja atau sekolah sambil bekerja setelah mengikuti program wajib sekolah. Apalagi dengan adanya program fast-track degree yang cukup favorit, mengutip dari www.suneducationgroup.com Jumat (20/11/2021) Program fast-track degree adalah program sarjana yang dapat menyelesaikan kuliah S1nya hanya dalam 3 tahun, atau bahkan 2 tahun saja, tergantung program dan jurusan yang dipilih. Gagasan di balik dicetusnya program gelar ‘jalur cepat’ atau fast-track ini agar pelajar dapat menghemat uang untuk biaya studi, akomodasi, dan biaya lainnya serta lebih cepat memasuki dunia kerja.

Fast-track degree memberikan dan menempatkan siswa satu tahun tambahan dalam jenjang karir mereka. Yang mana berarti saat pelajar sudah terjun dalam dunia kerja, mereka akan memiliki kesempatan besar untuk ditempatkan lebih baik dalam promosi atau kenaikan gaji. Banyak universitas di Inggris yang sudah menawarkan program ini dan tak jarang yang menjadi program favorit karena keuntungannya, di Indonesia sendiri program ini masih jarang ditemukan walaupun sudah ada tetapi hanya ada di beberapa universitas saja.

Pendidikan yang terstruktur dan efektif bisa mengubah nasib atau keadaaan suatu negara melalui program-program pembelajaran yang baik, efektif dan tepat sasaran serta dukungan dari lembaga pendidikan. Sistem pendidikan yang fleksibel memberikan pengaruh besar bagi proses belajar karena dapat memaksimalkan kemampuan dan skill yang dimiliki juga berkembang.

Walaupun pendidikan di Inggris tergolong singkat bukan berarti ilmu yang didapat sedikit, Justru dengan metode yang lebih mudah dipahami dan keikutsertaan pelajar dalam bersosialisasi memudahkan pola pikir dan kritis dalam berpendapat apalagi banyak sekolah di Inggris yang sudah menawarkan pendidikan yang “fleksibel dan singkat”. sudah saatnya Indonesia mencoba sistem pendidikan ini dengan menawarkan pendidikan yang fleksibel, efektif, dan singkat karena di era digital saat ini banyak lulusan muda yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan serta metode belajar yang harus diubah dengan berdiskusi, berpartisipasi dan berkomunikasi serta aktif dalam belajar.

Tentunya sistem pendidikan seperti itu harus di rencanakan dengan baik oleh pemerintah dan lembaga pendidikan untuk kemajuan negara dan generasi yang akan datang.

Penulis: Akbar (Mahasiswa jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta)

Pemerhati dan penikmat musik, bergabung dengan Pelita Banten pada tahun 2017 sebagai Jurnalis