Review Buku ‘Hidup Satu Kali Lagi’

Review Buku 'Hidup Satu Kali Lagi'
Inspirasi/ Pefri Praguntara

Adakalanya kita hasrus merayakan kegagalan, agar gagal tak melulu dapat peringkat buruk, sekali-kali ia harus dirayakan. Agar tak melulu bertengkar, lalu berdamai, dan bisa memaafkan dirimu.

Farah Qoonita-Hidup Satu Kali Lagi

Pelitabanten.com- Pagi sobat Pelita, bagaimana kabarnya? Kali ini aku akan mereview salah satu buku paforitku. Bagi sebagian orang yang memilki hobi membaca, kegiatan mereview buku adalah sebuah keharusan. Apalagi kalau bukunya itu buku paforit, tujuannya agar orang lain tertarik sehingga mau membaca bukunya.

Tapi sebelumnya kamu sudah tahu belum apa itu ‘Review Buku’? mereview buku adalah kegiatan mengulas sebuah buku yang pastinya sudah kita baca, untuk dibagikan kepada pembaca, buku yang di review genrenya bebas. Nah kali ini aku akan mereview buku ‘Hidup Satu Kali Lagi’ karangan Farah Qoonita, atau sering dipanggil Teh Qoonit. Biar lebih jelasnya aku tulis identitas bukunya dibawah yah.

Identias Buku Hidup Satu Kali Lagi

Penulis: Farah Qoonita
Penerbit: Kanan Publishing
Ukuran buku: 14,8 x 21 cm
Halaman: 190 Hal
Tahun terbit: 2021

Buku’Hidup Satu Kali Lagi’ adalah seri kedua dari buku ‘Seni Tingggal di Bumi’ buku ini bergenre Islamic Motivation dengan beberapa part di dalamnya. Buku ini menceritakan tentang para perindu cahaya yaitu (kita) yang seringnya terbuai oleh hiruk pikuk kehidupan dunia padahal itu fana. Tentang para petualang kehidupan yang tak malu meminta maaf kepada yang Maha Merajai.

Part Favorit Hidup Satu Kali Lagi

Part paforit aku adalah part pertama yang diberi judul ‘Hidup Adalah Tentang Belajar’ karena pasti sering banget kan kita merasa tidak ada hal yang istimewa dalam diri kita. Nah, di part ini lah diceritakan bahwa betapa istimewanya makhluk bernama manusia itu yang dibekali akal untuk berpikir dan hati untuk memahami. Dalam part ini juga ada pemabahasan tentang kita yang sering merasa sampah, karena rasanya kita selalu saja tertinggal oleh kawan-kawan kita, sering menerima kegagalan ketimbang kemenangan atau tentang mimpi-mimp yang tak satu pun tercapai. Kalau kamu sedang berada di posisi itu tidak mengapa sobat kamu tidak sendirian.

Di bagian selanjutnya tentang ‘Manuisa Tanpa Potensi’ nah ini bagian paling ngena banget. Karena aku sering banget ngerasa tidak memiliki potensi apapun. Di bagian ini juga dijelaskan ketika kita berucap ‘Aku tidak memiliki potensi apapun’ diwaktu yang sama Allah menjelaskan dalam Al-quran bahwa Allah tidak menciptakan kita secara main-main.

Pernah mendengar istilah keluarlah dari zona nyaman? Nah dalam buku ini juga dijelaskan tentang fakta tubuh manusia yang jika ingin menemukan bongkahan emas dalam dirinya maka harus melewati yang namanya ‘Level Up’ dan proses Level Up’ ini bisa di dapatkan  jika kita bisa melalui ‘Adaptasi Tubuh’. Di bagian ini juga diceritakan kalau kita ingin meningkatkan kualitas diri kita maka kita harus meningkatkan fungsi tubuh kita. Disebut juga dengan ‘Adaptasi’ ialah ‘Overlood’ yang dinamakan ‘Overlood’ adalah Zona tidak nyaman. So, kalau kita ingin menemukan skill yang selama ini kita cari, maka keluarlah dari zona nyaman.

Pesan Moral dari buku ‘Hidup Satu Kali Lagi’

Honestly, banyak banget pessn moral yang aku dapat di dalamnya salah satunya kita tidak boleh merasa putus asa atas apa yang telah dan sedang terjadi dalam kehidupan kita, kita perlu menghargai diri kitaa baik ketika sedang mengaalami kemenangan ataupun kegagalan dan kita perlu banyak mengenal diri kita agar kita tahu bahwa diri kita pun sama berharganya dengan orang lain. Well untuk harga bukunya waktu itu aku beli sekitar 55 ribuan, dan menurutku harga dan apa yang aku dapatkan sebanding bahkan lebih.

Untuk reviewnya segitu dulu yah sobat, nanti kita lanjut lagi. Sampai jumpa.