News Kota Tangerang KWT Kenanga Ajarkan Anak Usia Dini Mencintai Pertanian Agroeduwisata

KWT Kenanga Ajarkan Anak Usia Dini Mencintai Pertanian Agroeduwisata

KWT Kenanga Ajarkan Anak Usia Dini Mencintai Pertanian Agroeduwisata
Anak-Anak Belajar Agroeduwisata. Foto Pelitabanten.com (Ist)
Hari Guru Dinkes Tangsel

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Mengenalkan dunia pertanian memang sebaiknya dilakukan sejak usia dini. Salah satunya, dapat dilakukan melalui pengenalan dan mengajarkan anak-anak usia sekolah mencintai dunia pertanian dalam bentuk agroeduwisata.

Seperti yang dilakukan puluhan anak TK Pertiwi, Kota Tangerang yang melakukan agroeduwisata ke lahan pertanian Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga, RW 07, Kelurahan Bugel, Kecamatan Karawaci, Senin (15/11/2021).

Diketahui, ini menjadi kali pertama kunjungan dari anak-anak usia dini, yang biasanya KWT Kenanga manjadi wadah belajarnya kalangan mahasiswa atau universitas.

Ketua KWT Kenanga, Hanifa Bowo mengungkapkan dalam kegiatan agroeduwisata ini, anak-anak TWT Kenanga dikenalkan aneka sayur-mayur, edukasi menanam sayur hingga panen pakcoy hidroponik.

“Dalam kegiatan ini, anak-anak dikenalkan dunia pertanian. Setidaknya, mereka senang dan betak dengan main tanah, bercocok tanam dan menikmati hasil panen,” ungkap Bowo.

Baca Juga:  Wali Kota Tangerang Evaluasi Pihak Kontraktor Proyek Pembangunan Jembatan

Ia pun menjelaskan, KWT Kenanga memang dibangun tak sekadar untuk bercocok tanam ibu-ibu sekitar. Namun, KWT Kenanga dibangun untuk bisa digunakan atau dirasakan manfaatnya bagi masyarakat luas, tak terkecuali pada bidang pendidikan.

“Pastinya kami terbuka untuk siapa pun, yang mau belajar di KWT Kenanga. Kita sama-sama belajar, kembangkan dunia pertanian Kota Tangerang salah satunya melalui KWT-KWT terbaik Kota Tangerang. Kami terbuka,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala TK Pertiwi, Nina Rahmawati menjelaskan ini menjadi kegiatan pertama di luar sekolah, setelah sekian lama sekolah online. Mengingat, anak-anak sebagai penerus pembangunan pertanian, kita mulai dari pembangunan sebuah mental yang mencintai lingkungannya.

“Kita bangun perilaku positif anak-anak dari dunia pertanian. Bagaimana pola atau cara berfikir mereka sejak usia dini, perlahan kita bangun lewat kegiatan agroeduwisata ini. Paling tidak, anak-anak refreshing setelah sekian lama diterjang pandemi covid-19,” tutupnya.