Dampak Penggunaan Handphone Pada Masa Pandemi Covid-19 dalam Pendidikan

Dampak Penggunaan Handphone Pada Masa Pandemi Covid-19 dalam Pendidikan
Ilustrasi (Walling/Unsplash)

Pelitabanten.com – Penggunaan handphone di kalangan remaja dan anak-anak pada saat ini sangatlah meningkat, diantara penyebabnya yaitu sekolah-sekolah yang telah menggunakan sistem daring (sekolah online) dikarenakan virus Covid-19 yang melanda Indonesia selama hampir dua tahun. Hal ini tentu saja mengharuskan seluruh siswa-siswinya memiliki handphone. Terdapat banyak komentar masyarakat yang positif hingga negatif tentang sistem pembelajaran jarak jauh saat ini. Berikut adalah dampak positif dan negatif dari penggunaan handphone pada masa pandemi Covid-19.

Dampak Positif :

1. Memudahkan Anak dalam Sistem Pembelajaran Jarak Jauh

Hal ini tentu saja sangat diperlukan di masa  pandemi. Pada saat ini seluruh pelajar menggunakan handphone untuk belajar daring melalui media seperti zoom meeting, google meet, atau bisa juga melalui via whatsapp, e-learning, google classroom dan lain sebagainya  yang sudah disiapkan oleh guru.

2. Lebih Banyak Waktu Luang

Sebelum pandemi ini melanda Indonesia, biasanya anak-anak sekolah pergi ke sekolah dari pagi hingga sore hari. Namun, di masa pandemi saat ini biasanya pembelajaran tidak dilakukan hingga sore hari. Bagi sebagian pelajar, banyaknya waktu luang ini dapat digunakan untuk meningkatkan kreativitas mereka di rumah seperti bermain musik, bernyanyi, berolahraga, menggambar, melukis, dan lain  sebagainya yang menjadi hobi mereka.

3. Lebih Santai dan Fokus dalam Belajar

Di sekolah tidak sedikit anak-anak yang terganggu konsentrasinya dalam belajar, entah itu karena berisik di kelas, bercanda dengan teman, mengobrol hal yang tidak penting, tidur di kelas dan lain-lain. Sedangkan jika belajar daring di rumah hal-hal itu terhindar dan dapat meningkatkan fokus belajar pada anak.

Dampak Negatif :

1. Penyalahgunaan Handphone oleh Anak

Banyak kasus yang beredar karena penyalahgunaan handphone oleh anak-anak, di antaranya yaitu berbohong kepada orang tua. Misalnya anak tersebut meminta uang untuk membeli kuota dengan keperluan sekolah online, padahal anak tersebut menggunakannya tidak untuk sekolah online melainkan untuk bermain sosial media seperti Instagram dan tiktok yang sangat ramai digunakan di kalangan remaja, bahkan anak di bawah umur juga sudah banyak yang menggunakannya. Akhirnya anak tersebut kecanduan dan membolos sekolah online tanpa sepengetahuan orang tua.

2. Kurangnya Berbaur dengan Teman

Penggunaan handphone yang berlebihan dalam hal ini dapat menyebabkan kurangnya berbaur dengan teman yang lain hingga menimbulkan individualisme atau mementingkan diri sendiri. Sudah jarang anak-anak yang ketika bertemu mereka bermain permainan tradisional seperti petak umpet, gatrik, egrang, bola bekel, congklak, lompat tali, dan lain sebagainya. Mereka hanya sibuk dengan hanphonenya masing-masing ketika bertemu. Dan tak sedikit juga anak-anak yang berkumpul mereka hanya membuat video tiktok yang tidak senonoh demi ketenaran semata. Jika hal ini terus-menerus terjadi di Indonesia, permainan tradisional tersebut bisa punah dan tidak lagi dikenal di generasi anak muda selanjutnya. Padahal permainan tradisional ini perlu dilestarikan agar tidak terjadi kepunahan.

2. Sulit Membeli Paket Internet dan Sinyal yang Tidak Stabil

Bagi masyarakat yang ekonominya menengah ke bawah tentu saja menjadi hambatan untuk belajar daring, karena tidak sedikit juga masyarakat pedalaman yang kesulitan untuk membeli paket internet dan juga sinyal yang tidak stabil di daerah mereka. Biasanya uang mereka digunakan untuk membeli makanan dan kebutuhan mereka, namun dalam hal ini mereka juga harus menyisihkan uangnya untuk membeli paket internet. Sulit juga untuk membeli paket internet bagi mereka yang orang tuanya kehilangan pekerjaan karena pandemi saat ini.

Dalam hal ini, peran orang tua sangatlah penting untuk menjaga anak-anak ketika sedang menggunakan handphone agar anak tersebut tidak menonton, mencari, dan menggunakan situs-situs dewasa yang tidak sepantasnya di lihat. Karena tidak sedikit anak di bawah umur yang terjerat berbagai macam kasus karena telah meniru hal-hal negatif yang tidak sepantasnya untuk ditiru. Penggunakan handphone memanglah penting bagi kita yang hidup di era modern saat ini, karena memudahkan kita berkomunikasi dengan saudara kita yang jauh atau bahkan luar negeri sekalipun, memudahkan kita mencari informasi, berita terkini dan hal positif lainnya. Namun, penggunaan handphone pada anak-anak sangatlah wajib bagi orang tua untuk terus mengawasi dan mendidik anak dengan baik  sebagaimana mestinya pada penggunaan handphone.

Kesimpulan yang dapat diambil dari hal ini yaitu gunakanlah handphone dengan sebaik-baiknya. Jagalah adik, saudara, dan lain-lain yang masih di bawah umur ketika sedang menggunakan handphone. Meminimalisir penggunaan handphone pada diri sendiri juga agar tidak membuang-buang waktu hanya untuk bermain handphone, karena hal itu akan merugikan diri sendiri. Carilah kesibukan yang lain seperti bersih-bersih rumah, melakukan olahraga yang teratur, beribadah yang rajin, mengobrol dengan orang tua agar terjalin komunikasi yang baik.

Penulis: : Philladelphia (Mahasiswa Program studi Sastra Inggris Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta)

Pemerhati dan penikmat musik, bergabung dengan Pelita Banten pada tahun 2017 sebagai Jurnalis