Pemkot Tangerang Berupaya Tekan Kenaikan Harga Pangan Jelang Lebaran

Pemkot Tangerang Berupaya Tekan Kenaikan Harga Pangan Jelang Lebaran
High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Kota Tangerang. Rabu (12/4). Foto Pelitabanten.com (*/Ist)

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Tingginya permintaan kebutuhan bahan pangan di Kota Tangerang menjelang Hari Raya Idul Fitri 144H/2023, berpotensi pada kenaikan harga komoditi serta daya beli masyarakat.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Rabu, (12/4/2023).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Akhlakul Karimah, Puspem Kota Tangerang, Rabu (11/4/2023) ini dihadiri oleh perwakilan Forkopimda, para OPD, BUMD, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten serta perwakilan Tim TPID Provinsi Banten.

“Saya ucapkan terima kasih atas kehadiran bapak/ibu pada hari ini, yang tak lain sebagai tindak lanjut kita bersama dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi dan inflasi daerah,” ujar Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman, saat membuka HLM TPID itu.

Lanjut Sekda, pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang dapat memberikan solusi terbaik pada kondisi ekonomi maupun inflasi daerah.

“Upaya kita bersama ini sebagai upaya untuk senantiasa menjaga stabilitas harga-harga kebutuhan pokok, terutama jelang hari lebaran yang cenderung terjadi kenaikan. Kita harus jaga kondusivitas-nya jangan sampai membebani masyarakat,” terangnya.

Sekda, minta ketersediaan stok, kelancaran distribusi dan stabilitas harga komoditi ini dapat dikoordinasikan dengan baik.

“Saya harap kita semua berperan aktif mengontrol dan menginformasikan kondisi pasar agar masyarakat tidak terkena dampak dari kenaikan harga yang bisa saja terjadi,” tukasnya.

Herman pun menambahkan, dalam rangka menjaga stabilitas harga khususnya saat ramadan hingga lebaran, diantaranya Pemkot Tangerang turut menggelar berbagai bazar murah, baik yg digelar bersama Forkopimda maupun secara mandiri, seperti di Pusat Pemerintahan, sekitar masjid dan lainnya yang tersebar di 13 kecamatan.