
SERANG, Pelitabanten.com — Perjalanan warga Banten menuju Serang, Cilegon hingga Merak berpotensi semakin terhubung dengan transportasi publik berbasis kereta. Pemerintah Provinsi Banten kini menyiapkan studi kelayakan atau feasibility study (FS) untuk rencana elektrifikasi sekaligus pembangunan jalur ganda kereta api Rangkasbitung–Merak.
Rencana tersebut menjadi perhatian karena kebutuhan layanan KRL di Banten terus meningkat. Pemprov Banten berharap hasil FS dapat memastikan kelayakan proyek dari sisi operasional dan pembiayaan sekaligus memperkuat usulan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan hal itu dalam FGD Studi Kelayakan Elektrifikasi Jalur Kereta Api Rangkasbitung–Merak di Kota Serang, Jumat (2/10/2026).
“Harapannya, dari FS ini dapat terkonfirmasi bahwa pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik, termasuk jalur ganda dan KRL lanjutan dari Rangkasbitung, memang bisa dilaksanakan.”
Penumpang KRL Terus Bertambah
Kebutuhan peningkatan kapasitas tidak terlepas dari tingginya penggunaan KRL lintas Tanah Abang–Rangkasbitung. Data yang disampaikan dalam materi tersebut menunjukkan jumlah penumpang mencapai puluhan juta orang dalam setahun.
Beberapa indikator yang menjadi dasar perlunya pengembangan antara lain:
Baca Juga: 1 April KRL Jurusan Rangkas Bitung – Tanah Abang Beroperasi
77,5 juta penumpang tercatat pada lintas Tanah Abang–Rangkasbitung sepanjang 2025.
Jumlah tersebut diproyeksikan mencapai 85 juta penumpang pada 2026.
Tingkat keterisian pada jam sibuk telah mencapai sekitar 161 persen.
Studi kelayakan awal memperkirakan kebutuhan investasi sekitar Rp1,29 triliun.
Kapasitas layanan harian diperkirakan meningkat dari sekitar 9.900 menjadi 18.000 penumpang setelah pengembangan.
Angka keterisian tersebut menunjukkan bahwa persoalannya bukan semata-mata memperpanjang perjalanan KRL. Infrastruktur dan kapasitas lintasan juga menjadi bagian penting agar peningkatan layanan dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan pengguna.
Elektrifikasi Direncanakan Bertahap Menuju Merak
Pengembangan jalur Rangkasbitung–Merak direncanakan dilakukan secara bertahap. Tahap awal diarahkan dari Rangkasbitung menuju Serang, sebelum dilanjutkan menuju Cilegon hingga Merak.
Selain elektrifikasi, pembangunan double track menjadi bagian dari rencana pengembangan. Jalur ganda dapat menjadi elemen penting dalam peningkatan kapasitas perjalanan kereta karena memungkinkan pengaturan perjalanan yang lebih fleksibel dibandingkan lintasan tunggal.
Dengan konektivitas tersebut, perjalanan antardaerah di Banten berpotensi menjadi lebih terintegrasi. Akses menuju pusat kegiatan ekonomi di Serang dan Cilegon, kawasan industri, Pelabuhan Merak, hingga koneksi perjalanan ke Jakarta juga dapat semakin terhubung melalui jaringan kereta.
Proyek Belum Masuk Tahap Pembangunan
Meski rencana KRL hingga Merak berpotensi memberikan perubahan terhadap mobilitas masyarakat, proyek tersebut belum berada pada tahap pembangunan.
Baca Juga: Capaian 7,2 Juta Warga Banten Ikut Cek Kesehatan
Saat ini, pemerintah masih menyusun studi kelayakan untuk menguji aspek teknis, operasional, serta pembiayaannya. Hasil kajian tersebut nantinya menjadi salah satu dasar dalam penguatan usulan kepada pemerintah pusat.
Karena itu, realisasi elektrifikasi dan double track Rangkasbitung–Merak masih bergantung pada hasil studi serta proses pengambilan keputusan dan dukungan pembiayaan pemerintah.
Jika terealisasi, jalur tersebut bukan hanya memperpanjang layanan KRL dari Rangkasbitung. Pengembangan ini juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi publik Banten, terutama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan rutin antarkota untuk bekerja, bersekolah, maupun mengakses pusat layanan dan kegiatan ekonomi.













