
SERANG, Pelitabanten.com — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan di Provinsi Banten tidak cukup diukur dari banyaknya program yang dijalankan atau angka yang tercatat dalam laporan. Menurutnya, ukuran utama pembangunan adalah seberapa besar manfaat dan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Hal itu disampaikan Andra Soni saat menjadi Inspektur Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Minggu (4/10/2026).
“Pembangunan bukan semata-mata tentang seberapa banyak program yang kita laksanakan, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan dan seberapa nyata perubahan yang dapat dihadirkan bagi masyarakat,” ujar Andra Soni.
Sejumlah Capaian Pembangunan Banten
Dalam momentum hari jadi tersebut, sejumlah capaian pembangunan disampaikan sebagai gambaran pelaksanaan program di berbagai sektor. Di bidang pendidikan, tujuh sekolah baru telah dibangun dengan kapasitas mencapai 1.356 peserta didik.
Pembangunan infrastruktur juga mencakup 61 ruas jalan desa dan satu jembatan sepanjang 71 kilometer. Sementara di sektor pertanian, tujuh daerah irigasi telah diperbaiki dengan cakupan pengairan mencapai 448,15 hektare lahan pertanian.
Perbaikan infrastruktur turut menyasar kawasan permukiman. Sebanyak 389 rumah tidak layak huni telah diperbaiki, disertai pembangunan 407,43 kilometer jalan lingkungan dan 75 kilometer drainase.
Layanan Kesehatan dan Program Sosial
Di bidang kesehatan, sejumlah layanan baru dikembangkan di RSUD Malingping, RSUD Irsyad Djuwaeli Labuan, dan RSUD Uwes Qorny Cilograng.
Baca Juga: Andra Soni Ziarah ke Makam Kesultanan Jelang HUT Banten
Sementara itu, Program Cek Kesehatan Gratis disebut telah dimanfaatkan oleh 7,2 juta warga Banten. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Pembangunan di Banten juga berlangsung melalui sejumlah program nasional. Tujuh Sekolah Rakyat telah beroperasi, sedangkan empat satuan pendidikan telah ditetapkan sebagai Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda Transformasi.
Program Makan Bergizi Gratis juga telah menjangkau sekitar 3,5 juta penerima manfaat di Banten.
Koperasi dan Kampung Nelayan
Pada sektor ekonomi masyarakat, sebanyak 1.551 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah dibentuk. Hingga September 2026, sebanyak 694 koperasi di antaranya telah beroperasi.
Program Kampung Nelayan Merah Putih juga telah bergulir di 15 desa pesisir. Program tersebut menjadi bagian dari pembangunan yang menyasar masyarakat di kawasan pesisir.
Berbagai capaian tersebut, menurut bahan yang disampaikan dalam momentum HUT Banten, merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten, pemerintah kabupaten/kota, Forkopimda, dunia usaha, dan masyarakat.
Baca Juga: KRL Banten Disiapkan Sampai Merak, Ini Tahapannya
Tantangan Pembangunan Banten Belum Selesai
Memasuki usia ke-26, Andra Soni menegaskan bahwa pekerjaan pembangunan di Banten belum selesai. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap program tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi benar-benar diwujudkan menjadi layanan dan manfaat bagi masyarakat.
Pesan tersebut menempatkan dampak yang dirasakan warga sebagai ukuran penting dalam melihat keberhasilan pembangunan. Program dan anggaran pada akhirnya harus menghasilkan perubahan yang nyata di tengah masyarakat.
Momentum HUT ke-26 Provinsi Banten pun menjadi kesempatan untuk melihat kembali capaian yang telah berjalan sekaligus menegaskan pekerjaan yang masih harus dilanjutkan.
“Banten Bergerak, Maju Berdampak” menjadi semangat yang diusung dalam peringatan Hari Jadi ke-26 Provinsi Banten.













