
PANDEGLANG, Pelitabanten.com– Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, menyerap produk hasil panen petani lokal untuk kebutuhan menu gizi bagi siswa. Langkah ini sekaligus membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar.
Akuntan SPPG Sindangresmi Pandeglang Wildan mengatakan, dapur SPPG Sindangresmi sering membeli hasil panen para petani lokal, berupa beras dan timun.
“Komoditas yang paling banyak kami serap berupa timun dan beras. Setiap hari dapur ini membutuhkan kurang lebih sekitar 150 kilogram beras,” kata Wildan kepada wartawan (30/10/2026).
Dikatakan Wildan, setiap harinya Dapur MBG ini menggelontorkan biaya sebesar Rp 20.330.000 untuk memenuhi kebutuhan logistik. Dengan demikian, perputaran ekonomi di tingkat petani dan pemasok lokal bisa meningkat, pasca keberadaan dapur MBG ini.
“Tentunya ini merupakan dampak langsung dari program MBG, petani tidak perlu jauh-jauh menjual ke pasar karena hasilnya langsung diserap dapur. Selain harga stabil, distribusi juga lebih cepat,” ungkapnya.
Selain itu, SPPG Sindangresmi tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga berperan mendorong ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi desa.
Baca Juga: Gebrakan Baru Foodmosphere Tangerang: Zona 3 Hadirkan Tempat Hangout Asyik dengan Parkir Gratis
“Kami ingin memastikan bahan pangan yang digunakan berasal dari petani sekitar. Dengan begitu, program gizi berjalan dan ekonomi warga juga ikut bergerak,” ujarnya.
Lebih lanjut Wildan menyampaikan, saat ini Dapur SPPG Sindangresmi Pandeglang telah melayani 2.447 penerima manfaat, yang tersebar di 24 sekolah.
“Alhamdulillah saat ini yang sudah terlayani ada sekitar 2.447 orang yang tersebar di 24 sekolah, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA sederajat,” tandasnya. (MIR)













