STISIP Banten Raya Gelar Wisuda Angkatan 17, Tantangan Sarjana Bagi Ekonomi Global

Para Sarjana Ilmu Pemerintahan STISIP Banten Raya pada sidang terbuka senat wisuda ke 17, pada Kamis (23/11/2023).
Para Sarjana Ilmu Pemerintahan STISIP Banten Raya pada sidang terbuka senat wisuda ke 17, pada Kamis (23/11/2023).

PANDEGLANG, Pelitabanten.com– Sebanyak 103 mahasiswa dan mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Banten Raya, mengikuti prosesi wisuda melalui sidang senat terbuka di Hotel Horison Altama Pandeglang, pada Kamis (23/11/2023).

Wisuda angkatan ke 17 ini mengukuhkan STISIP Banten Raya sebagai salah satu perguruan tinggi bermutu di Kabupaten Pandeglang. Tema yang diangkat adalah Meningkatkan Kualitas SDM (Sumberdaya Manusia) yang mandiri dalam menghadapi tantangan Ekonomi Global.

Hadir dalam wisuda tersebut Anggota Komisi I DPR RI Rizki Aulia Rahman Natakusumah, Bupati Pandeglang Irna Narulita, Guru Besar Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Prof. Dr. Suwaib Amirruddin, M.Si.

Jaka Permana selaku ketua pelaksana Wisuda Angkatan ke 17 menjelaskan bahwa wisuda angkatan tahun ini terbagi dalam dua jurusan, diantaranya 63 mahasiswa jurusan Administrasi Publik, dan 40 mahasiswa jurusan Ilmu Pemerintahan.

“Alhamdulillah, proses wisuda berjalan dengan lancar dan khidmat. Semoga para sarjana kedepan mampu berkompetisi di dunia nyata dan mampu menghadapi tantangan ekonomi global,” ujarnya.

Prof. Dr. Suwaib Amiruddin, M.Si dalam orasi ilmiahnya mengatakan bahwa konsep Ekonomi global sebagai aturan main internasional telah membawa dampak besar pada dunia usaha dan perekonomian secara keseluruhan. Menjawab kehadiran itu, maka dibutuhkan akselarasi program layanan, pendekatan proses layanan dan infrastruktur layanan harus mencerminkan adanya sinergi antara kebutuhan, proses layanan, dan hasil layanan.

“Disinilah peran lulusan sarjana harus mampu menjawab tantangan ekonomi global yang kita hadapi semua,” ungkapnya.

Dr. Nasir, S.P, M.P., selaku Ketua STISIP Banten Raya mengingatkan kepada wisudawan untuk tidak boleh pesimis dan minder diri karena saudara dari lulusan Perguruan Tinggi di daerah. Para Sarjana harus survive dan bermental kuat untuk saat ini, karena yang bertahan bukanlah yang paling kuat saja, yang bertahan bukanlah yang paling pintar, paling besar dan canggih teknologinya, tetapi mereka-mereka yang mampu beradaptasi dengan zamannya, mereka-mereka yang dapat melihat peluang Flow the market, flow the customer.

“Teruslah meningkatkan kapasitas diri, kecepatan dalam bertindak dan pengambilan keputusan, serta kecepatan beradaptasi terhadap perubahan. Manfaatkan semua potensi diri dengan pengetahuan, pengalaman, dan perilaku/sikap. Saya yakin saudara para Sarjana dapat memberikan yang terbaik dimanapun,” pungkasnya. (MIR)