TANGERANG,Pelitabanten.com – Secara etimologi, i’tikaf diserap ke dalam bahasa Indonesia dengan arti menetap atau berdiam diri. Secara terminologi, menurut Syaikh Muhammad bin Qasim al-Ghazi dalam karyanya Fath al-Qarib al-Mujib, i’tikaf berarti berdiam diri di masjid dengan sifat tertentu. I’tikaf hukumnya sunah dan waktunya boleh dilakukan kapan saja.
Esensi i’tikaf mendekatkan diri kepada Allah, dengan berbagai cara yang positif. Kegiatan i’tikaf biasanya dilakukan pada malam sepuluh akhir bulan suci Ramadhan.
Dalam sebuah hadist dijelaskan.
“Sesungguhnya aku melakukan i’tikaf pada sepuluh hari pertama untuk mencari malam ini (lailatul qadar). Kemudian aku melakukan i’tikaf pada sepuluh malam pertengahan bulan, lalu aku didatangi seseorang yang mengatakan kepadaku bahwa lailatul qadar ada pada sepuluh malam terakhir. Barangsiapa di antara kalian yang ingin melakukan i’tikaf, maka lakukanlah!’ Lalu orang-orang pun ikut beri’tikaf bersama beliau.” Alhadist.
Berdasarkan keterangan hadist tersebut, maka sekolah Islamic Village selalu menggelar kegiatan tersebut sebagai pendidikan spiritual yang dilaksanakan setiap tahunnya diikuti oleh oleh siswa SD-SMA, kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 20/3/2025 malam ke dua puluh satu bulan suci Ramadhan di masjid Al-Istigna Kelapa Dua.
Pada kesempatan tersebut dihadiri oleh Ikrar Risyad Nasution, S.E, ketua bidang pendidikan yayasan Islamic Village dan sebagai anggota DPRD Kabupaten Tangerang, dalam sambutannya menyampaikan.
”Setelah masa pandemi, sekolah Islamic Village secara berturut-turut melaksanakan i’tikaf, malam lailatul qodar mengadakan kegiatan ini agar anak-anak sungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah, tentunya malam Lailatul qodar ini ada di malam-malam ganjil. Mudah-mudahan malam ganjil seperti ini bisa dipraktikan sampai malam berikutnya, agar kalian mendapatkan keberkahan dari malam lailatul qodar, malam yang sangat istimewa, malam diturunkannya Al-qur’an, malam yang malaikat turun untuk memberikan rahmatnya dan malam menghapuskan dosa-dosa kita. Malam ini perbanyak kita ibadah dalam sepuluh malam terakhir pada bulan Ramadhan, dan beliau mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan guru dan karyawan yang hadir malam hari ini yang telah membantu menanamkan nilai-nilai malam lailatul qodar,” tuturnya.
Sementara pada kesempatan yang sama Agus Sutrisno, M.Ag, sebagai pembina keagamaan dan sekaligus ketua DKM memberikan pesan. “Allah akan menjaga dengan baik dalam kegiatan ini, pelajar semua yang malam hari ini berada di masjid Al-istigna melaksanakan i’tikaf mudah-mudahan akan mengukir sejarah panjang untuk meraih cita-citanya menjadi manusia hebat dimasa depan, siapa yang hari ini bersungguh-sungguh untuk berdoa akan mempermudah cita-cita itu tercapai, pungkasnya. (Abdul Gopur Firmansyah)
