Pendidikan Ketua Komisi VIII DPR RI: MAN 2 Cipondoh harus Dibangun Vertikal Empat...

Ketua Komisi VIII DPR RI: MAN 2 Cipondoh harus Dibangun Vertikal Empat Lantai

Ketua Komisi VIII DPR RI: MAN 2 Cipondoh harus Dibangun Vertikal Empat Lantai

, Pelitabanten.com – Ketua Komisi VIII dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), M melihat sarana dan prasarana pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Cipondoh, Kota Tangerang tidak memadai.

“Di sudah padat sehingga perlu dibangun empat lantai. Saat ini MAN 2 Cipondoh sudah padat,” jelas Ketua Komisi VIII DPR RI, M Ali Taher.

Ia akan berusaha mengupayakan pembangunan MAN 2 Cipondoh kepada Kementerian Agama agar dibangun lebih memadai bisa menampung lebih banyak.

Ali Taher menyarankan agar Kepala MAN 2 Cipondoh mengajukan pembangunan sekolah kepada Kementerian Agama.

“Temuan di MAN 2 Cipondoh sangat tidak memadai daya tampung. Di sini aksesnya sangat sulit. Tata ruang perlu didesain ulang. Lahan sangat terbatas agar direncanakan bangun ulang vertikal. Kita ingin memperbaiki wajah MAN 2 Cipondoh,” jelas Ali Taher.

Baca Juga:  Mahasiswa Kampus La Tansa Mashiro Diajarkan Bahasa Inggris Oleh Kepala Rutan Rangkasbitung

Perencanaan ulang, ujar Ali Taher agar MAN 2 Cipondoh ini menjadi alternatif utama bagi para generasi muda dalam menempuh pendidikan. Ketua komisi VIII, nanti akan rapat kerja dengen Kemenag dan mengusulkan agar sekolah ini ada perbaikan.

Ali Taher juga menerima masukan dari Dewan Guru MAN 2 Cipondoh, Kurikulum mata pelajaran sekolah terlalu padat sehingga menjadi beban bagi siswa.

Politisi dari PAN ini menegaskan perlu ada reward and punishment terhadap guru. Selama ini kata dia, guru diminta mengajar maksimal sementara insentif tidak memadai.

Ia juga menyampaikan kepada Dewan Guru MAN 2 Cipondoh, sistim pendidikan di negara kita ini sangat dominan pendidikan umum. Sementara pendidikan agama porsinya sangat kecil sehingga timbul faham radikalisme.

Maka itu, kata dari dearah pemilihan III meliputi , Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan atas inisiatif sendiri mengusulkan kepada Kementerian Agama agar pendidikan diniyah, pendidikan tsanawiyah dan pendidikan aliyah masing-masing ditangani oleh direktorat jenderal (Dirjen) sendiri-sendiri.

Baca Juga:  Yayasan Majlis Dzikir Al-Ikhlas Tangerang Membuka Sekolah Gratis

Sementara itu Kepala MAN 2 Cipondoh, mengaku sangat senang sekolahnya dikunjungi Ketua Komisi VIII sehingga bisa menyampaikan langsung segala keluhan yang selama ini dipendam.

“Kami sampaikan masalah akses jalan menuju sekolah agar bisa diperlebar dan diperbaiki. Kami ungkapkan juga masalah bangunan. Pendaftar di sini sebanyak 750 calon siswa, karena saya tampung tidak memadai jadi yang diterima hanya 250 anak. Mereka yang tidak diterima akhirnya pilih ke SMA,” ungkap Kepala MAN 2 Cipondoh, Arip Pahlepi.

Di MAN 2, lanjut Arip pola pendidikan yang diajarkan yaitu berintegrasi dan kolaborasi. Yakni, pendidikan umum dan agama seimbang, masing-masing 100 persen.

“Dengan berintegrasi dan kolaborasi ini, ke depan MAN 2 akan menjadi prioritas utama bagi para peserta didik,” ujar Arip.

Di sekolah sini, sambung Arip perpaduan sekolah umum dengan pesantren. Pengajian kitab kuning minimal satu bulan sekali diajarkan kepada para siswa.***

Baca Juga:  DPK Banten Gelar Bedah Buku Kyai Enterpreneur

• Ateng Sanusih | Ida Rosidah