3 Alasan Mengapa Kamu Harus Stop Beli Buku Bajakan

3 Alasan Mengapa Kamu Harus Stop Beli Buku Bajakan
Ilustrasi. Pixabay/ 13smok

Pelitabanten.com – Membeli buku bajakan merupakan perbuatan yang sangat tidak baik dan menyakitkan bagi penulis. Ada banyak alasan mengapa kita tidak membeli buku bajakan yang beredar, apalagi ditengan iming-iming harga murah yang membuat kita tergiur.

Berdasarkan survey yang dilakukan Program for International Student Assesment (PISA) yang di rilis oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) di tahun 2019, menyatakan bahwa Indonesia menduduki peringkat 62 dari 70 negara dalam bidang literasi, dalam kata lainnya, berada di 10 negara paling bawah yang memiliki tingkat literasi paling rendah.

Namun pada tahun 2020 menurut survey The Digital Reader, mengatakan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-16 dunia dengan penduduk yang mempunyai durasi membaca rata-rata 6 jam per minggu.

Fakta ini tentu saja berdampak pada meningkatnya pasar terhadap jumlah buku di pasaran. Tapi sayangnya, pembajakan buku juga masih banyak dijumpai di Indonesia. Salah satu alasan nya adalah karena harga buku asli yang relatif mahal, dan sulit dijangkau, sehingga orang-orang berpikir untuk membeli buku bajakan, karena toh isinya sama saja.

Berikut ini tiga alasan mengapa kamu harus berhenti membeli buku bajakan

1. Melanggar hukum

Pemerintah mempunyai undang-undang yang melindungi berbagai karya cipta dan buku, yaitu dalam UU (Pasal 40 ayat 1)huruf a UU Hak Cipta, kemudian pada pasal 113 ayat (4) UU Hak Cipta, mengatur bahwa tiap orang yang melakukan tindak pembajakan akan dijatuhi hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 4 miliar. Artinya membeli dan membaca buku bajakan berarti kita melakukan tindak pelanggaran hukum. Jadi, siapapun yang melakukan pembajakan atau membaca buku bajakan adalah orang-orangyang melakukan dan mendukung tindak kriminal.

2. Tidak menghargai karya sang penulis

Menghasilkan sebuah karya bukan suatu hal yang mudah, karena pnulis membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaiakan buku, bahkan butuh bertahun-tahun. Dimulai dari pencarian ide, riset, mengembangkan imajinasi, memerhatikan taanda baca, editing, percetakan, penerbitan, hingga bisa di distribusikan ke pembaca yang mengeluarkan begitu banyak usaha, dana, effort. Lalu semua jerih payah, ide, usaha penulis hilang begitu saja karena para pembajak yang terus melakukan pembajakan, dan pembaca yang memilih untuk membeli buku bajakan. Bayangkan saja, bagaimana jika para penulis berhenti untuk menulis karena karya nya tidak dihargai dan dibajak terus menerus oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Sementara itu, penulis tidak mendapat royalti dari segala usaha nya, justru pemabajak nya yang yang mendapat untung.

3. Kualitas buku yang buruk

Bayangkan saja kamu membeli buku, namun menggunakan kertas koran yang buram, kadang tulisannya tida terbaca, karena memang buku bajakan di fotokopi, lalu digandakan. Jadi tidak aneh kalau halamannya kadang tidak beraturan, kertasnya yang mudah lepas, kalimatnya ditimpa kalimat yang lain sehingga membingungkan. Lagipula, apa untungnya membeli buku bajakan? Tidak bisa dipajang, dipamerkan ke teman-teman, membaca di ruang publik saja rasanya malu. Kalau masih belum bisa membeli buku, kamu bisa menabung dari uang jajan, atau mudahnya pinjam saja ke teman mu yang punya. Kalau teman mu punya buku pdf, kamu bisa meminjam handphone nya untuk membaca, bukan berbagi akun untuk membaca. Ingat,berbagi akun untuk membacaa buku pdf juga termasuk pembajakan.

Itulah tiga alasan mengapa kamu harus berhenti membeli buku bajakan, hal ini agar pembaca tidak lupa bahwa tiap karya memiliki hak cipta penulis, jerih payah, dan UU yang melindunginya. Membeli buku original berarti kita menghargai penulisnya untuk terus berkarya.